Kangen Seseorang sampai Kebawa Mimpi, Kenapa Bisa Terjadi?

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 13:53 WIB
Otak memproses ingatan dan emosi ketika seseorang tidur.  (Gambar: Pinterest)
Otak memproses ingatan dan emosi ketika seseorang tidur. (Pinterest)

RADARSOLO.COM - Pernah seharian kepikiran seseorang, lalu saat tidur justru memimpikannya? Rasanya bisa bikin bingung, apalagi kalau orang tersebut sudah lama tidak ditemui atau bahkan sudah lama tidak berkomunikasi.

Kadang, mimpi itu terasa begitu nyata. Ada yang bermimpi sedang berbicara, bertemu, berjalan bersama, bahkan kembali merasakan suasana seperti ketika masih dekat dengan orang tersebut.

Tidak heran jika setelah bangun muncul pertanyaan, “Kok bisa dia muncul di mimpi?”

Salah satu penjelasannya berkaitan dengan bagaimana otak memproses ingatan dan emosi ketika seseorang tidur. Mimpi bukan sekadar kumpulan kejadian acak, tetapi dapat berkaitan dengan pengalaman, pikiran, dan perasaan yang sedang atau baru saja diproses oleh otak.

Baca Juga: Pura-Pura Checkout Jadi Tren di Korea, Cara Baru Menyalurkan Keinginan Belanja

Ketika seseorang sedang merindukan orang tertentu, ingatan mengenai orang tersebut bisa menjadi lebih aktif. Wajah, suara, percakapan, tempat yang pernah dikunjungi bersama, hingga perasaan yang muncul ketika bersamanya dapat tersimpan dalam memori.

Saat tidur, berbagai ingatan tersebut dapat kembali muncul dan bercampur dengan pengalaman lainnya. Salah satunya kemudian hadir dalam bentuk mimpi.

Itulah sebabnya seseorang yang sedang dirindukan bisa muncul dalam mimpi meskipun sebelumnya tidak sengaja memikirkannya sebelum tidur.

Baca Juga: Experience Economy Kian Populer, Pengalaman Jadi Nilai Jual Baru

Misalnya, siang hari melihat sebuah tempat yang mengingatkan pada seseorang. Bisa juga mendengar lagu tertentu, mencium aroma yang familiar, atau menemukan foto lama di galeri ponsel.

Hal-hal kecil tersebut mungkin terlihat sepele, tetapi dapat menjadi pemicu munculnya kembali kenangan.

Ketika malam tiba dan tubuh mulai beristirahat, otak tetap melakukan berbagai aktivitas untuk memproses informasi dan pengalaman. Ingatan yang berkaitan dengan emosi kuat pun dapat ikut muncul dalam mimpi.

Hal itu menyebabkan emosi yang berkaitan dengan seseorang semakin kuat, semakin mudah pula kenangan tentangnya muncul kembali.

Ingat, bukan berarti setiap kali memimpikan seseorang, tandanya kita pasti masih mencintainya atau belum bisa melupakannya.

Mimpi juga tidak selalu memiliki makna khusus. Terkadang otak hanya menggabungkan potongan-potongan ingatan secara tidak terduga. Bahkan, seseorang yang sudah bertahun-tahun tidak terpikirkan pun bisa tiba-tiba muncul dalam mimpi.

Hal ini juga membuat mimpi tentang mantan, teman lama, atau seseorang yang sudah lama tidak ditemui menjadi sesuatu yang cukup umum.

Baca Juga: Saldo Masih Banyak, Kok Tetap Merasa Miskin? Kenali Money Dysmorphia

Mimpi tersebut juga tidak bisa dijadikan bukti bahwa orang yang muncul di dalamnya sedang memikirkan kita.

Anggapan seperti “kalau kita memimpikan seseorang berarti dia juga sedang merindukan kita” lebih merupakan kepercayaan populer daripada kesimpulan yang dapat dibuktikan secara ilmiah.

Yang lebih mungkin terjadi adalah pikiran kita sedang memproses sesuatu yang berkaitan dengan orang tersebut. Bisa berupa rasa rindu, kehilangan, rasa penasaran, pengalaman yang belum selesai, atau sekadar kenangan yang kembali aktif.

Menariknya, rasa kangen sendiri tidak selalu berarti ingin kembali bersama seseorang.

Seseorang bisa merindukan orangnya, tetapi bisa juga sebenarnya merindukan suasana ketika masih bersamanya. Bisa jadi yang dirindukan adalah percakapan, kebiasaan, tempat tertentu, atau perasaan nyaman yang pernah muncul pada masa tersebut. (annas rohmanda purbaningrum)

 

Editor : Kabun Triyatno
annas rohmanda purbaningrum kangen tidur emosi mimpi