5 Tipe Orang yang Selalu Ada di Lomba 17 Agustus

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:29 WIB
Lomba 17 Agustus Selalu Diisi oleh Orang-Orang dengan Karakter yang Beragam.
Lomba 17 Agustus Selalu Diisi oleh Orang-Orang dengan Karakter yang Beragam. (Pinterest)

RADARSOLO.COM - Setiap memasuki bulan Agustus, suasana kampung biasanya berubah menjadi lebih meriah. Jalanan dihiasi bendera Merah Putih, suara musik terdengar dari pengeras suara, dan warga mulai sibuk menyiapkan berbagai perlombaan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Menariknya, hampir setiap lomba 17 Agustus selalu diisi oleh orang-orang dengan karakter yang kurang lebih sama. Ada yang datang untuk benar-benar bertanding, ada yang sekadar mencari hiburan, hingga mereka yang awalnya hanya ingin menonton tetapi akhirnya ikut lomba.

Berikut lima tipe orang yang hampir selalu ada dalam lomba 17 Agustus.

Baca Juga: Tawa Warga Pecah dalam Keseruan Lomba 17an di Ngasem Baru, Karanganyar

1. Si Paling Kompetitif

Bagi orang tipe ini, lomba 17 Agustus bukan sekadar permainan. Menang adalah tujuan utama.

Mulai dari balap karung, makan kerupuk, hingga memasukkan pensil ke dalam botol, semuanya dilakukan dengan penuh strategi. Bahkan sebelum perlombaan dimulai, mereka sudah memikirkan cara agar bisa menjadi juara.

Tidak jarang, suasana yang awalnya santai berubah menjadi pertandingan serius ketika si paling kompetitif mulai turun ke arena.

2. Si Ikut Ramai Saja

Baca Juga: Bukan Sekadar Lomba 17 Agustus, Begini Perjalanan Tradisi Merayakan Kemerdekaan dari Masa ke Masa

Berbeda dengan tipe pertama, orang ini sebenarnya tidak terlalu memikirkan menang atau kalah. Yang penting ikut dan bersenang-senang.

Biasanya mereka mengikuti lomba karena diajak teman, tetangga, atau panitia. Kalau menang tentu senang tetapi kalau kalah pun tidak terlalu dipikirkan.

Bagi mereka, lomba 17 Agustus adalah kesempatan untuk berkumpul dan menikmati suasana bersama warga sekitar.

3. Si Penonton Setia

Tidak semua orang ingin turun ke arena. Ada juga yang lebih nyaman menjadi penonton.

Mereka biasanya sudah berada di lokasi sejak perlombaan dimulai. Duduk di pinggir lapangan, tertawa melihat peserta yang jatuh saat balap karung, atau ikut memberikan semangat kepada peserta menjadi aktivitas utama.

Meski tidak mengikuti satu pun perlombaan, kehadiran mereka tetap membuat suasana semakin ramai.

Baca Juga: Lomba Agustusan yang Tak Pernah Absen, Ternyata Banyak Berasal dari Tradisi Lama

4. Si Anak Kecil yang Ikut Semua Lomba

Kalau ada satu kelompok yang paling antusias mengikuti lomba, anak-anak biasanya menjadi juaranya.

Mulai dari memasukkan pensil ke botol, pecah balon, makan kerupuk, sampai balap karung, semuanya ingin dicoba. Bahkan ketika satu lomba selesai, mereka sudah sibuk mencari tahu lomba berikutnya.

Menang atau kalah bukan persoalan besar. Bagi mereka, semakin banyak lomba yang diikuti, semakin seru pengalaman Agustusan.

5. Si Panitia Serba Bisa

Di balik meriahnya perlombaan, selalu ada orang-orang yang sibuk memastikan semuanya berjalan lancar.

Mereka menyiapkan hadiah, mengatur peserta, memasang perlengkapan, memanggil peserta yang belum datang, hingga membereskan lokasi setelah acara selesai.

Sering kali mereka tidak sempat menikmati perlombaan karena terlalu sibuk mengurus acara. Namun, tanpa orang-orang seperti inilah, lomba 17 Agustus mungkin tidak akan berjalan semeriah biasanya. (annas rohmanda purbaningrum)

 

Editor : Kabun Triyatno
annas rohmanda purbaningrum tipe agustus hari kemerdekaan indonesia lomba