RADARSOLO.COM – Memasuki Agustus, media sosial kembali punya “teori” baru soal percintaan. Kali ini, pengguna TikTok ramai membicarakan August Theory atau Teori Agustus, sebuah tren yang mengaitkan bulan Agustus dengan kembalinya mantan, kejelasan hubungan, hingga berakhirnya hubungan yang selama ini menggantung.
Bagi sebagian pengguna media sosial, Agustus disebut sebagai waktu ketika hubungan lama kembali muncul. Mantan yang sudah lama tidak menghubungi bisa tiba-tiba datang, situationship mulai menentukan arah, atau hubungan yang selama musim panas berjalan tanpa kepastian akhirnya memasuki tahap baru.
Namun, benarkah Agustus memang menjadi bulan favorit untuk balikan?
Baca Juga: Bukan Sekadar Murah, Kini Banyak Orang Mulai Mengutamakan "Value" saat Berbelanja
Tren “Teori” di Media Sosial
August Theory sebenarnya bukan teori ilmiah. Istilah tersebut berkembang sebagai bagian dari tren month theories di media sosial, ketika pengguna memberikan narasi atau karakter tertentu pada setiap bulan.
Sebelumnya, media sosial juga mengenal June Theory dan July Theory. Ketika memasuki Agustus, muncul versi baru yang berfokus pada hubungan dan kemungkinan terjadinya rekoneksi dengan orang dari masa lalu. Tren tersebut kemudian dibagikan melalui berbagai konten pengalaman pribadi dan unggahan yang bersifat humor.
Dalam sejumlah konten, narasinya sederhana: jika mantan tiba-tiba muncul pada Agustus, jangan terlalu terkejut karena “August Theory” sedang bekerja.
Baca Juga: Bukan Diet, Clean Eating Justru Mengubah Cara Orang Memilih Makanan
Padahal, pengalaman satu orang tentu tidak dapat menjadi bukti bahwa pola yang sama akan terjadi pada semua orang.
Mengapa Agustus Dikaitkan dengan Hubungan Lama?
Popularitas teori ini tidak sepenuhnya muncul tanpa konteks. Sejumlah pakar hubungan yang dikutip media internasional mengaitkannya dengan perubahan rutinitas menjelang akhir musim panas di negara-negara Barat.
Selama musim panas, orang biasanya lebih banyak bepergian, berlibur, bertemu orang baru, atau menjalani hubungan yang lebih santai. Ketika musim tersebut mendekati akhir dan rutinitas mulai kembali, seseorang dapat mulai mengevaluasi hubungan yang sedang dijalani.
Hubungan yang sebelumnya hanya dianggap sebagai summer fling bisa mulai dipertanyakan arahnya. Begitu pula dengan hubungan lama yang belum sepenuhnya selesai.
Dari sinilah muncul narasi bahwa Agustus merupakan semacam masa “penentuan” sebelum memasuki September dan rutinitas baru.
Lalu, Apa Hubungannya dengan “August” Taylor Swift?
Nama Agustus sendiri sebenarnya sudah memiliki asosiasi kuat dengan kisah percintaan di budaya populer, salah satunya melalui lagu “August” milik Taylor Swift dari album folklore.
Lagu tersebut menggambarkan kisah asmara musim panas dari sudut pandang karakter Augustine. Dalam cerita yang saling terhubung di album tersebut, hubungan itu tidak berakhir dengan pasangan yang diharapkan oleh karakter tersebut. Karena itu, setiap kali Agustus tiba, lagu tersebut kerap kembali muncul dalam percakapan penggemar dan konten media sosial bertema musim panas dan percintaan.
Namun, penting dicatat bahwa August Theory bukan teori yang diciptakan Taylor Swift dan tidak berasal dari lagu tersebut. Lagu “august” sudah dirilis pada 2020, sedangkan August Theory yang sedang ramai pada 2026 merupakan tren media sosial mengenai hubungan dan “rekoneksi” yang berkembang belakangan. (inayah choirunisa)
Editor : Kabun Triyatno