RADARSOLO.COM - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus, ada satu pemandangan yang hampir selalu muncul di berbagai lingkungan permukiman. Gapura kampung mulai dicat ulang, dihias dengan ornamen merah putih, hingga dipasangi berbagai dekorasi bernuansa kemerdekaan.
Bagi sebagian orang, mengecat gapura mungkin terlihat seperti kegiatan sederhana agar lingkungan tampak lebih rapi dan meriah. Namun, tradisi tersebut sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan urusan mempercantik kampung.
Gapura menjadi salah satu bagian yang pertama kali dilihat ketika seseorang memasuki sebuah lingkungan. Karena itu, menjelang 17 Agustus, warga kerap menjadikannya sebagai ruang untuk menunjukkan semangat menyambut Hari Kemerdekaan.
Baca Juga: Mengapa Malam 16 Agustus Sering Diisi Tirakatan? Ini Makna Tradisi Menjelang Hari Kemerdekaan
Warna merah dan putih yang mendominasi dekorasi juga menjadi simbol yang lekat dengan identitas Indonesia. Tidak jarang, warga menambahkan gambar Garuda, tulisan "Dirgahayu Republik Indonesia", hingga ornamen khas perjuangan pada bagian gapura.
Kegiatan mengecat gapura juga sering dilakukan secara bersama-sama. Warga dari berbagai usia dapat ikut membersihkan, mengecat, atau memasang hiasan. Dari sinilah tradisi tersebut tidak hanya menghasilkan gapura yang lebih berwarna, tetapi juga menjadi kesempatan bagi warga untuk kembali berkumpul dan bergotong royong.
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin sibuk, kegiatan sederhana seperti mengecat gapura dapat menjadi ruang interaksi antarwarga. Mereka yang sehari-hari jarang bertemu bisa kembali berkumpul karena memiliki kegiatan bersama untuk menyambut perayaan kemerdekaan.
Baca Juga: Siapa Orang Pertama yang Menyebarkan Kabar Indonesia Merdeka?
Selain itu, setiap kampung terkadang memiliki cara sendiri dalam menghias gapuranya. Ada yang mempertahankan desain sederhana dengan dominasi merah putih, sementara yang lain membuat dekorasi lebih kreatif dan menyesuaikannya dengan tema perayaan tahun tersebut.
Oleh sebab itu, mengecat gapura menjelang 17 Agustus sebenarnya bukan hanya soal mengganti warna cat yang mulai pudar. Di balik kegiatan sederhana tersebut, ada semangat gotong royong, kebersamaan, sekaligus cara masyarakat menunjukkan antusiasme menyambut Hari Kemerdekaan.
Tradisi ini pun menjadi salah satu hal kecil yang membuat suasana bulan Agustus terasa berbeda. Ketika gapura mulai berubah warna dan bendera merah putih mulai memenuhi jalanan, tanda bahwa perayaan kemerdekaan semakin dekat pun semakin terasa. (annas rohmanda purbaningrum)
Editor : Kabun Triyatno