RADARSOLO.COM – Ada satu hal yang menarik perhatian setiap perayaan Hari Kemerdekaan di Istana selain upacara dan pengibaran Sang Merah Putih. Pakaian adat yang dikenakan para pejabat, tamu undangan, hingga petugas upacara kerap mencuri perhatian.
Setiap tahun, pakaian yang dikenakan bisa berbeda. Ada busana dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga berbagai daerah lain di Indonesia. Pemandangan tersebut menjadi cara untuk memperlihatkan keberagaman budaya Indonesia dalam satu perayaan.
Tradisi mengenakan pakaian adat dalam rangkaian peringatan kemerdekaan di tingkat kenegaraan juga semakin dikenal sejak Presiden Joko Widodo mengenakannya dalam acara kenegaraan pada 2017.
Baca Juga: “Siapa Tahu Nanti Kepakai”, Kenapa Kita Sulit Membuang Barang Lama?
Sejak itu, pakaian dari berbagai daerah terus diperkenalkan dalam peringatan kemerdekaan.
Lantas, pakaian adat apa saja yang mungkin pernah dilihat saat perayaan kemerdekaan?
Ulos dari Sumatera Utara
Ulos merupakan kain tenun yang sangat lekat dengan masyarakat Batak di Sumatera Utara. Bentuknya berupa kain panjang dengan beragam jenis, motif, dan fungsi dalam kehidupan adat.
Ulos juga dapat dikenakan sebagai bagian dari busana atau disampirkan di bahu. Dalam sejumlah kesempatan, kain ini mudah dikenali dari motif tenun dan warna khasnya.
Baca Juga: Makin Sulit Dibedakan, Kenali Ciri Video AI agar Tak Mudah Terkecoh
Karena bentuknya yang cukup sederhana tetapi memiliki karakter kuat, ulos kerap menjadi salah satu unsur busana yang menarik ketika pakaian adat Nusantara diperkenalkan dalam acara kenegaraan.
Payas Agung dari Bali
Beranjak ke Bali, ada Payas Agung, salah satu busana adat Bali yang dikenal sebagai pakaian dengan tampilan mewah dan formal.
Busana ini dilengkapi berbagai aksesori, kain, serta hiasan kepala yang membuat tampilannya mudah dikenali. Payas Agung umumnya digunakan dalam kesempatan adat tertentu yang bersifat resmi atau sakral.
Karena tampilannya yang khas dan penuh ornamen, busana Bali menjadi salah satu pakaian adat yang mudah menarik perhatian ketika dikenakan dalam acara besar.
Bundo Kanduang dari Sumatera Barat
Pakaian adat Minangkabau juga memiliki ciri yang sangat mudah dikenali, terutama pada bagian penutup kepala perempuan.
Salah satu yang populer adalah tingkuluak, penutup kepala yang bentuknya menyerupai tanduk kerbau. Bentuk tersebut menjadi salah satu ciri visual yang kuat dari busana perempuan Minangkabau.
Namun, pakaian adat Minangkabau memiliki beragam variasi. Penyebutannya pun dapat berbeda berdasarkan daerah dan konteks penggunaannya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Google, Kini Makin Banyak Orang Mencari Informasi lewat AI
Paksian dari Sumatera Selatan
Dari Sumatera Selatan, ada Paksian, busana adat yang lekat dengan budaya Palembang.
Pakaian ini memiliki tampilan yang mencolok dengan penggunaan warna dan aksesori khas. Pada busana perempuan, salah satu bagian yang mudah dikenali adalah penutup kepala yang dilengkapi berbagai hiasan.
Paksian juga menunjukkan bagaimana pakaian adat tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi menjadi bagian dari identitas budaya suatu daerah.
Dolomani dari Buton
Salah satu pakaian adat yang pernah menjadi perhatian dalam peringatan kemerdekaan di Istana adalah Dolomani dari Buton, Sulawesi Tenggara.
Pada peringatan HUT RI 2022, Presiden Joko Widodo mengenakan Dolomani dalam upacara Detik-Detik Proklamasi. Busana tersebut identik dengan warna hitam dan memiliki berbagai sulaman serta ornamen yang mengandung makna kepemimpinan.
Dolomani pada dasarnya merupakan pakaian kebesaran Kesultanan Buton yang digunakan dalam acara resmi kesultanan. Kemunculannya dalam upacara kemerdekaan menjadi salah satu contoh bagaimana pakaian adat daerah diperkenalkan kepada masyarakat melalui acara kenegaraan.
Busana Jawa
Jawa juga memiliki beragam busana adat yang dapat dikenali dalam acara resmi. Untuk laki-laki, misalnya, terdapat beskap yang biasa dipadukan dengan kain batik dan blangkon. Sementara itu, perempuan dapat mengenakan kebaya dengan kain batik atau jarik.
Namun, penyebutan “busana Jawa” tidak berarti seluruh wilayah Jawa memiliki pakaian yang sama. Solo, Yogyakarta, dan daerah Jawa lainnya memiliki variasi bentuk, tata cara pemakaian, serta aturan busana masing-masing.
Keragaman tersebut justru memperlihatkan bahwa pakaian adat Indonesia tidak bisa dipandang sebagai satu bentuk pakaian yang seragam.
Dari ulos hingga Dolomani, pakaian adat yang muncul dalam perayaan kemerdekaan menjadi semacam etalase keberagaman budaya Indonesia. Setiap busana membawa bentuk, motif, kain, dan tradisi yang berbeda. (inayah choirunisa)
Editor : Kabun Triyatno