Beda Zaman, Beda Sebutan, Istilah Mana yang Masih Kamu Kenal?

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:45 WIB
Seiring perkembangan zaman dan media sosial, berbagai istilah lama seperti barang bekas dan gebetan kini bergeser menjadi preloved hingga crush, mencerminkan perubahan cara berkomunikasi dan tren budaya populer.
Seiring perkembangan zaman dan media sosial, berbagai istilah lama seperti barang bekas dan gebetan kini bergeser menjadi preloved hingga crush, mencerminkan perubahan cara berkomunikasi dan tren budaya populer.

RADARSOLO.COM – Pernah mendengar orang menyebut hampers, preloved, atau crush lalu merasa sebenarnya istilah tersebut bukan sesuatu yang benar-benar baru? Sebelum istilah-istilah itu populer, masyarakat sudah lebih dulu mengenal parcel, barang bekas, hingga gebetan.

Namun, istilah lama dan istilah baru tidak selalu memiliki arti yang persis sama. Ada yang memang memiliki makna berdekatan, tetapi ada pula yang berkembang menjadi istilah dengan konteks berbeda.

Lantas, masih berapa banyak sebutan lama yang masih kamu kenal?

Baca Juga: Sehari Setelah Proklamasi, Indonesia Langsung Punya Presiden? Ini yang Terjadi pada 18 Agustus 1945

'Parcel' atau 'Hampers'?

Parcel menjadi istilah yang cukup akrab untuk menyebut bingkisan, terutama ketika memasuki momen seperti Lebaran atau hari raya lainnya.

Belakangan, istilah hampers semakin sering digunakan, terutama untuk berbagai bingkisan yang dikemas secara menarik dan diberikan dalam berbagai kesempatan. Mulai dari makanan, minuman, produk kecantikan, hingga hadiah untuk orang terdekat.

Baca Juga: Kok Emoji Bisa Bikin Kita Terlihat Lebih Ramah daripada Aslinya?

'Botol Minum' Jadi 'Tumbler'

Tumbler umumnya digunakan untuk menyebut wadah minum yang dapat digunakan kembali. Popularitas istilah ini juga berkembang seiring meningkatnya tren membawa minuman sendiri dan penggunaan botol minum sebagai bagian dari gaya hidup.

Akibatnya, benda yang dulu mungkin hanya dianggap sebagai wadah minum kini juga dapat menjadi aksesori yang dipilih berdasarkan desain dan mereknya.

 

'Bekas' atau 'Preloved'?

Barang yang sudah pernah digunakan sebenarnya bukan fenomena baru. Namun, istilah preloved kini banyak digunakan untuk menyebut barang yang sebelumnya telah dimiliki orang lain dan kemudian dijual atau diberikan kepada pemilik baru.

Kata tersebut memberikan nuansa berbeda dibandingkan penyebutan “barang bekas”. Preloved lebih menekankan riwayat kepemilikan sebelumnya tanpa langsung memberikan kesan bahwa barang tersebut sudah tidak bernilai.

Fenomena ini juga dapat ditemukan dalam perdagangan pakaian, tas, sepatu, hingga berbagai barang koleksi.

Baca Juga: Kalau Emoji Jadi Bahasa, Harus Punya SPOK Dong? Ternyata Ini yang Membuatnya Berbeda

'Barang Loak' atau 'Thrifting'?

Istilah thrifting juga semakin populer, terutama ketika berbicara mengenai aktivitas mencari pakaian atau barang bekas dengan harga lebih terjangkau.

Meski sering dianggap sama dengan barang loak, keduanya sebenarnya tidak sepenuhnya identik. “Loak” dapat digunakan untuk menyebut barang bekas atau sesuatu yang berkaitan dengan barang bekas, sedangkan thrifting lebih menekankan aktivitas mencari dan membeli barang bekas.

Karena itu, penggunaan istilah thrifting kini juga lekat dengan kegiatan berburu pakaian bekas yang masih layak pakai dan memiliki model tertentu.

'Pager Ayu' atau 'Bridesmaid'?

Dalam acara pernikahan, istilah bridesmaid kini semakin umum digunakan untuk menyebut perempuan yang menjadi pendamping pengantin perempuan.

Sebelum istilah tersebut populer, masyarakat Indonesia juga mengenal istilah seperti pager ayu untuk menyebut perempuan yang mendampingi pengantin dalam acara tertentu.

'Hidup Sederhana' atau 'Slow Living'?

Slow living juga sering dianggap sebagai istilah baru untuk “hidup sederhana”. Padahal, keduanya tidak sepenuhnya sama.

Baca Juga: Kok Emoji Bisa Membuat Chat Terasa Lebih Ramah? Ternyata Ada Penjelasannya

Hidup sederhana lebih dekat dengan cara menjalani kehidupan tanpa berlebihan, sedangkan slow living merupakan konsep yang menekankan kehidupan dengan ritme lebih lambat, kesadaran terhadap aktivitas sehari-hari, serta memberikan perhatian pada hal-hal yang dianggap penting.

'Gebetan' atau 'Crush'?

Kalau soal hubungan, istilah “gebetan” tentu sudah tidak asing. Sekarang, kata crush juga sangat sering digunakan, terutama dalam percakapan di media sosial.

Keduanya dapat digunakan untuk menyebut seseorang yang disukai, meskipun crush merupakan istilah bahasa Inggris yang kemudian populer dalam percakapan sehari-hari.

'Salah Ketik' atau 'Typo'?

Contoh yang paling sederhana mungkin adalah “salah ketik” dan typo.

Ketika komunikasi semakin banyak dilakukan melalui pesan singkat dan media sosial, istilah typo menjadi sangat lazim digunakan untuk menyebut kesalahan ketika mengetik.

Padahal, maknanya sederhana: ada huruf, kata, atau bagian tulisan yang keliru karena kesalahan saat mengetik.

Berbagai perubahan tersebut menunjukkan bahwa yang berubah dari zaman ke zaman tidak selalu benda atau kebiasaannya, tetapi juga cara masyarakat menyebutnya.

Istilah baru dapat muncul karena pengaruh bahasa asing, media sosial, tren budaya, hingga perubahan cara memandang sesuatu.

Jadi, dari delapan pasangan istilah tersebut, berapa yang masih kamu kenal dengan sebutan lamanya? (inayah choirunisa)

Editor : Kabun Triyatno
inayah choirunisa penyebutan populer istilah Barang