Logo HUT ke-81 RI Dipilih Lewat Polling, Karya Fajar Novario Raih Suara Terbanyak

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:45 WIB
Pemerintah menggelar polling publik untuk memilih logo resmi HUT ke-81 RI tahun 2026.
Pemerintah menggelar polling publik untuk memilih logo resmi HUT ke-81 RI tahun 2026.

RADARSOLO.COM – Setiap memasuki bulan Agustus, logo Hari Ulang Tahun Republik Indonesia mulai muncul di berbagai tempat, mulai dari spanduk, poster, media sosial, hingga perlengkapan acara. Namun, ada yang berbeda dari logo HUT ke-81 RI pada 2026. Kali ini, masyarakat tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi ikut menentukan desain yang digunakan.

Pemerintah untuk pertama kalinya membuka polling publik untuk memilih logo resmi HUT Kemerdekaan RI. Masyarakat dapat memilih satu dari lima desain finalis yang sebelumnya telah melalui proses seleksi dan kurasi profesional. Polling tersebut berlangsung pada 24–28 Juni 2026.

Dari proses tersebut, karya Fajar Novario dari Padang, Sumatera Barat, terpilih sebagai logo resmi HUT ke-81 RI. Desainnya memperoleh 44,73 persen dari 68.569 suara yang masuk.

Baca Juga: Bahasa Indonesia Punya Banyak Kata untuk Menggambarkan Keheningan

Masyarakat Ikut Menentukan Identitas Visual

Pelibatan masyarakat ini menjadi hal yang menarik karena logo peringatan kemerdekaan bukan sekadar gambar untuk mempercantik poster.

Logo berfungsi sebagai identitas visual yang akan digunakan dalam berbagai komunikasi mengenai perayaan HUT RI. Karena itu, desain tersebut nantinya dapat ditemui dalam berbagai materi publikasi pemerintah maupun kegiatan masyarakat.

Sebelum dipilih melalui polling, lima desain finalis telah melewati proses seleksi. Sayembara tersebut diikuti 124 peserta dari berbagai wilayah Indonesia, kemudian dipilih lima karya untuk diserahkan kepada masyarakat melalui mekanisme pemungutan suara.

Baca Juga: Kalau Emoji Jadi Bahasa, Harus Punya SPOK Dong? Ternyata Ini yang Membuatnya Berbeda

Dengan mekanisme tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam proses kreatif, tetapi mendapat kesempatan memberikan suara terhadap identitas visual yang akan digunakan dalam perayaan nasional.

Bukan Lambang Negara

Meski digunakan secara luas, logo HUT RI perlu dibedakan dari lambang negara Garuda Pancasila. Logo peringatan kemerdekaan merupakan identitas visual yang dibuat khusus untuk momentum HUT pada tahun tertentu.

Untuk 2026, logo tersebut membawa tema besar “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Desain Fajar Novario juga mengeksplorasi berbagai bentuk dan pola tradisional Nusantara. Keragaman tersebut kemudian diterjemahkan menjadi sistem visual yang menggambarkan ikatan masyarakat Indonesia di tengah perbedaan.

Dengan begitu, logo tidak hanya berfungsi sebagai penanda angka 81, tetapi juga menjadi bagian dari cara pemerintah menyampaikan gagasan mengenai Indonesia melalui bahasa visual.

Baca Juga: Bahasa Jawa Punya Kata-Kata yang "Pas Banget" untuk Kehidupan Sehari-hari

Ketika Identitas Nasional Masuk ke Era Digital

Pelibatan publik dalam pemilihan logo juga menunjukkan perubahan cara sebuah identitas visual nasional dibentuk dan diperkenalkan.

Dulu, masyarakat mungkin lebih sering menemukan identitas perayaan kemerdekaan melalui baliho, spanduk, atau dekorasi di ruang publik. Kini, logo yang sama dapat beredar cepat melalui unggahan media sosial, desain konten, poster digital, hingga berbagai materi buatan masyarakat.

Karena itu, logo HUT RI dituntut tidak hanya memiliki makna, tetapi juga mudah dikenali dan diterapkan pada berbagai media.

Pada akhirnya, pemilihan logo HUT ke-81 RI melalui polling publik menghadirkan cara baru dalam melibatkan masyarakat dalam perayaan kemerdekaan. Bukan berarti setiap orang ikut merancang desainnya, tetapi masyarakat diberi ruang untuk menentukan identitas visual yang akan mewakili perayaan tersebut.

Dari lima desain yang awalnya hanya berada di tangan para desainer, satu akhirnya menjadi wajah HUT ke-81 RI setelah dipilih langsung oleh masyarakat. (inayah choirunisa)

Editor : Kabun Triyatno
inayah choirunisa logo Masyarakat desain visual