Tak Pernah Bertengkar Tapi Kok Makin Jauh? Mungkin Pertemananmu Lagi di Fase Drifting Apart

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:07 WIB
Drifting apart adalah kondisi ketika dua orang yang sebelumnya dekat perlahan mengalami perubahan hubungan dan semakin menjauh.
Drifting apart adalah kondisi ketika dua orang yang sebelumnya dekat perlahan mengalami perubahan hubungan dan semakin menjauh.

RADARSOLO.COM - Tidak semua pertemanan berakhir karena pertengkaran. Ada hubungan yang perlahan menjadi jauh tanpa pernah diwarnai konflik besar. Tidak ada kata-kata kasar, tidak ada perselisihan, bahkan tidak ada momen ketika salah satu pihak mengatakan ingin berhenti berteman.

Tiba-tiba saja, pesan yang dulu hampir setiap hari dikirim mulai berkurang. Ajakan bertemu semakin jarang. Cerita yang biasanya dibagikan kepada teman mulai disimpan sendiri. Sampai akhirnya, dua orang yang dahulu sangat dekat hanya menjadi orang yang sesekali saling menyapa.

Fenomena tersebut dikenal sebagai drifting apart, yaitu kondisi ketika dua orang yang sebelumnya dekat perlahan mengalami perubahan hubungan dan semakin menjauh.

Baca Juga: Pernah Rindu Masa yang Tak Pernah Dialami? Bisa Jadi Kamu Mengalami Anemoia

Drifting apart biasanya tidak terjadi dalam satu malam. Jarak tersebut terbentuk secara perlahan melalui berbagai perubahan dalam kehidupan. Kesibukan, lingkungan baru, perbedaan prioritas, hingga jarak tempat tinggal dapat membuat kesempatan untuk berinteraksi semakin sedikit.

Ketika masih berada di sekolah atau kampus, bertemu teman mungkin terasa mudah karena berada di lingkungan yang sama. Namun, setelah lulus, seseorang bisa bekerja di tempat berbeda, pindah kota, atau memiliki lingkaran pertemanan baru. Intensitas pertemuan pun otomatis berkurang.

Komunikasi yang semakin sedikit kemudian dapat membuat kedua pihak tidak lagi mengetahui banyak hal tentang kehidupan masing-masing. Cerita yang dahulu dibagikan setiap hari mulai tertinggal. Pada akhirnya, hubungan yang sebelumnya terasa dekat perlahan berubah.

Baca Juga: Social Battery Habis Setelah Bertemu Banyak Orang, Wajar atau Ada yang Perlu Diperhatikan?

Menariknya, drifting apart tidak selalu berarti kedua orang tersebut sudah tidak menyukai satu sama lain. Terkadang, tidak ada pihak yang benar-benar ingin mengakhiri pertemanan. Hubungan hanya berubah karena kehidupan masing-masing berjalan ke arah yang berbeda.

Hal tersebut juga membuat drifting apart terasa berbeda dari friendship breakup. Dalam friendship breakup, biasanya terdapat keputusan atau peristiwa yang membuat hubungan berakhir. Sementara itu, drifting apart lebih sering terjadi secara alami dan perlahan.

Meski begitu, perubahan hubungan tetap dapat menimbulkan perasaan kehilangan. Seseorang mungkin merindukan masa ketika mereka masih sering berbicara, tetapi tidak tahu harus mulai menghubungi kembali dari mana.

Baca Juga: Guilt Tripping, Ketika Rasa Bersalah Dipakai untuk Memengaruhi Seseorang

Jika hubungan tersebut masih dianggap penting, sebenarnya tidak ada salahnya mencoba membuka komunikasi kembali. Tidak perlu langsung mengajak membicarakan masa lalu secara serius. Pesan sederhana seperti menanyakan kabar atau mengajak bertemu dapat menjadi langkah awal.

Namun, menjaga hubungan juga tidak berarti harus memaksakan kedekatan seperti dulu. Setiap orang dapat berubah dan memiliki kehidupan yang berbeda. Ada pertemanan yang memang perlu dipertahankan, tetapi ada pula hubungan yang akhirnya hanya menjadi bagian dari suatu fase kehidupan. (annas rohmanda purbaningrum)

 

Editor : Kabun Triyatno
annas rohmanda purbaningrum drifting apart pertemanan komunikasi perubahan