Kenapa Bunga Identik dengan Cinta? Ternyata Ada Sejarah Panjang di Baliknya

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 17:31 WIB
Jauh sebelum bunga menjadi hadiah romantis seperti sekarang, masyarakat Yunani dan Romawi kuno telah menghubungkan bunga dengan cinta, kecantikan, hingga hasrat.
Makna Bunga dari Zaman Yunani dan Romawi Hingga Saat Ini. 

RADARSOLO.COM -  Memberikan bunga kepada orang yang disukai sudah menjadi salah satu bentuk ungkapan kasih sayang yang umum dilakukan. Mawar merah diberikan saat menyatakan cinta, buket bunga dibawa ketika kencan, bahkan bunga juga kerap menjadi hadiah pada hari Valentine.

Namun, pernahkah terpikir mengapa bunga, khususnya mawar merah, begitu erat dengan urusan percintaan?

Anggapan tersebut ternyata memiliki sejarah panjang. Jauh sebelum bunga menjadi hadiah romantis seperti sekarang, masyarakat Yunani dan Romawi kuno telah menghubungkan bunga dengan cinta, kecantikan, hingga hasrat.

Baca Juga: Punya Standar Tinggi Itu Salah? Ini Bedanya Standar dan Ekspektasi Berlebihan

Berawal dari Mitologi Yunani dan Romawi

Mawar memiliki hubungan kuat dengan kisah Aphrodite, dewi cinta dalam mitologi Yunani, yang kemudian dikenal sebagai Venus dalam mitologi Romawi.

Dalam berbagai versi kisah mitologi, mawar dikaitkan dengan Aphrodite dan kisah cintanya dengan Adonis. Mawar kemudian semakin lekat dengan simbol kecantikan dan cinta.

Bangsa Romawi juga menggunakan mawar dalam berbagai perayaan dan dekorasi. Bunga tersebut tidak hanya dianggap indah, tetapi memiliki hubungan dengan cinta dan hasrat.

Dari sinilah bunga perlahan mendapatkan tempat sebagai simbol untuk menyampaikan perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Baca Juga: “August Theory” Viral di TikTok, Benarkah Agustus Jadi Bulan Balikan dengan Mantan?

Ketika Bunga Menjadi “Bahasa”

Hubungan antara bunga dan perasaan kemudian berkembang lebih jauh pada abad ke-19 melalui tradisi yang dikenal sebagai floriography atau bahasa bunga.

Pada masa Victoria, bunga dan warna tertentu dikaitkan dengan makna tertentu. Sebuah buket tidak hanya dinilai dari keindahannya, tetapi juga dari jenis, warna, dan jumlah bunga yang diberikan.

Mawar merah, misalnya, kemudian dikenal sebagai simbol cinta dan gairah. Sementara bunga lainnya dapat digunakan untuk menyampaikan pesan berbeda, seperti persahabatan, kesetiaan, kesedihan, atau perpisahan.

Dalam budaya ketika mengungkapkan perasaan secara langsung dianggap kurang pantas, bunga menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pesan secara tersirat.

Seseorang tidak perlu mengatakan “aku mencintaimu”. Sebuah buket mawar merah sudah dapat menjadi pesan tersendiri.

Baca Juga: Kangen Seseorang sampai Kebawa Mimpi, Kenapa Bisa Terjadi?

Dari Simbol Menjadi Tradisi

Seiring berjalannya waktu, penggunaan bunga sebagai ungkapan kasih sayang semakin populer dan tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu.

Mawar merah kemudian semakin kuat dikaitkan dengan Valentine dan berbagai momen romantis. Memberikan bunga menjadi gestur yang dianggap sederhana, tetapi memiliki makna emosional.

Menariknya, makna tersebut tidak hanya berasal dari bunga itu sendiri. Kebiasaan masyarakat selama berabad-abad ikut membentuk persepsi bahwa bunga adalah simbol cinta.

Ketika seseorang menerima buket mawar merah, yang dilihat bukan hanya kumpulan bunga, tetapi juga simbol perhatian, kasih sayang, dan perasaan yang ingin disampaikan.

Pada akhirnya, bunga menjadi romantis bukan semata-mata karena bentuknya yang indah. Di balik kelopaknya terdapat sejarah, mitologi, dan tradisi panjang yang membuat bunga berkembang menjadi salah satu bahasa cinta yang masih digunakan hingga sekarang. (annas rohmanda purbaningrum)

Editor : Kabun Triyatno
annas rohmanda purbaningrum mitologi bunga makna romantis