Feminine Intuition, Benarkah Perempuan Punya Firasat Lebih Kuat?

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:31 WIB
Perempuan memiliki kemampuan dalam menangkap situasi.
Perempuan memiliki kemampuan dalam menangkap situasi.

RADARSOLO.COM - Pernah tiba-tiba merasa ada yang tidak beres dengan seseorang, meski tidak tahu apa penyebabnya? Atau merasa tidak nyaman berada di suatu tempat tanpa alasan yang jelas? Pengalaman semacam ini kerap disebut sebagai feminine intuition atau intuisi perempuan.

Istilah feminine intuition belakangan banyak digunakan di media sosial untuk menggambarkan kemampuan perempuan dalam menangkap situasi, membaca perubahan emosi, atau merasakan sesuatu yang dianggap janggal tanpa melalui proses berpikir yang panjang.

Namun, intuisi tidak selalu berarti kemampuan mistis. Dalam psikologi, apa yang disebut sebagai firasat dapat berkaitan dengan kemampuan otak mengenali pola berdasarkan pengalaman dan berbagai informasi kecil yang diterima secara tidak sadar.

Baca Juga: Kenapa Makanan Manis Bikin Mood Lebih Baik? Ini Penjelasannya

Otak Diam-Diam Membaca Banyak Hal

Ketika berinteraksi dengan orang lain, seseorang sebenarnya menerima banyak informasi, mulai dari ekspresi wajah, bahasa tubuh, pilihan kata hingga perubahan nada bicara.

Sebagian informasi tersebut dapat diproses tanpa disadari. Otak kemudian membandingkannya dengan pengalaman sebelumnya dan menghasilkan perasaan tertentu sebelum seseorang mampu menjelaskan secara logis apa yang sebenarnya terjadi.

Itulah sebabnya seseorang bisa merasa, "Ada yang aneh," meski belum dapat menunjukkan bukti yang jelas.

Baca Juga: Soft Life, Ketika Anak Muda Tak Lagi Mengejar Hidup yang Serba Sibuk

Perempuan juga kerap dianggap lebih intuitif karena dalam banyak lingkungan sosial mereka terbiasa memperhatikan ekspresi dan kondisi emosional orang lain. Namun, hal ini bukan berarti setiap perempuan otomatis memiliki intuisi yang lebih kuat dibandingkan laki-laki.

Bukan Selalu Pertanda Bahaya

Intuisi dapat muncul dalam berbagai situasi. Misalnya, ketika seseorang merasa teman sedang menyembunyikan masalah meski mengatakan dirinya baik-baik saja.

Dalam hubungan sosial, intuisi juga dapat membuat seseorang menangkap ketidaksesuaian antara ucapan dan perilaku. Begitu pula ketika bertemu orang baru, seseorang mungkin langsung merasa nyaman atau justru memiliki perasaan kurang menyenangkan.

Meski demikian, intuisi tidak sama dengan kemampuan membaca pikiran. Perasaan yang muncul tetap dapat keliru karena dipengaruhi pengalaman, asumsi, maupun kondisi emosional seseorang.

Jangan Sampai Intuisi Tertukar dengan Kecemasan

Salah satu hal penting adalah membedakan intuisi dengan kecemasan. Keduanya sama-sama dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi proses yang menyertainya bisa berbeda.

Baca Juga: Tak Pernah Bertengkar Tapi Kok Makin Jauh? Mungkin Pertemananmu Lagi di Fase Drifting Apart

Intuisi biasanya muncul secara spontan sebagai sebuah kesan atau perasaan singkat. Sementara itu, kecemasan cenderung membuat seseorang terus memikirkan kemungkinan buruk, mencari-cari tanda, dan mengalami overthinking.

Misalnya, ketika seseorang tiba-tiba merasa ada yang janggal dalam percakapan, itu bisa menjadi sinyal untuk lebih memperhatikan keadaan. Namun, jika perasaan tersebut berkembang menjadi pikiran seperti "Jangan-jangan dia membenciku", "Jangan-jangan ada sesuatu yang disembunyikan", hingga terus dipikirkan berulang kali, bisa jadi yang bekerja bukan lagi sekadar intuisi.

Bisa Dilatih dengan Lebih Peka

Kepekaan terhadap intuisi dapat dilatih dengan meningkatkan kemampuan mengamati lingkungan. Salah satunya dengan memperhatikan bahasa tubuh, ekspresi wajah, nada suara, serta perubahan perilaku seseorang.

Mencatat firasat juga dapat menjadi cara untuk mengevaluasi apakah intuisi selama ini cukup akurat. Ketika sebuah firasat muncul, seseorang dapat menuliskan apa yang dirasakan dan memeriksa kembali hasilnya setelah situasi tersebut berlalu.

Selain itu, memberikan ruang bagi pikiran untuk tenang juga penting. Pikiran yang terlalu dipenuhi stres dan kecemasan dapat membuat seseorang sulit membedakan sinyal yang berasal dari pengamatan dengan ketakutan yang muncul dari dalam diri. (annas rohmanda purbaningrum)

 

Editor : Kabun Triyatno
intuisi annas rohmanda purbaningrum feminine intuition perempuan firasat