Mengenal Tren Premium Personality, Sisi VIP yang Cuma Keluar di Depan Orang Terdekat

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:57 WIB
Orang yang terlihat pendiam biasanya akan memunculkan sisi ramai dan ekspresifnya setelah dekat dengan orang lain.
Orang yang terlihat pendiam biasanya akan memunculkan sisi ramai dan ekspresifnya setelah dekat dengan orang lain.
RADARSOLO.COM - Ada orang yang kalau ketemu orang baru bicaranya irit, tetapi begitu bersama sahabat malah berubah 180 derajat. Dari kalem menjadi paling berisik, dari jaim menjadi tidak ada rem. Fenomena inilah yang belakangan disebut sebagai premium personality di media sosial.

Istilah premium personality ramai digunakan dalam konten TikTok dan Instagram untuk menggambarkan sisi kepribadian seseorang yang hanya muncul ketika berada bersama orang-orang terdekat.

Mereka yang melihatnya dari luar mungkin mengenal sosok yang pendiam, kaku, atau minim ekspresi. Namun, orang-orang dalam lingkaran pertemanan terdekat justru mengetahui versi yang jauh lebih ekspresif.

Baca Juga: Kenapa Cowok Muji Cowok Lain Terasa Aneh?

Meski terdengar seperti istilah psikologi, premium personality sebenarnya lebih banyak digunakan sebagai istilah bercanda di media sosial. Istilah ini tidak berarti seseorang memiliki dua kepribadian.

Perbedaan sikap tersebut dapat terjadi karena tingkat kenyamanan seseorang terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Saat bertemu orang baru, seseorang mungkin cenderung menjaga sikap, berbicara seperlunya, atau membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Berbeda ketika berada bersama sahabat yang sudah dipercaya dan dikenal lama. Di lingkungan yang membuatnya nyaman, seseorang bisa lebih bebas menunjukkan humor, pendapat, emosi, hingga kebiasaan-kebiasaan uniknya.

Tren ini menjadi lucu karena menggunakan istilah yang familiar dengan dunia digital. Kepribadian seseorang seolah memiliki beberapa level akses.

Baca Juga: Lebih Pilih Rebahan daripada Healing? Mungkin Kamu Seorang Homebody

Orang yang baru mengenalnya mungkin hanya mendapatkan versi “basic”. Sementara sahabat dekat dianggap sudah mendapatkan akses “premium” yang berisi sisi paling ekspresif dan tidak banyak diketahui orang lain.

Misalnya, seseorang yang di kampus terlihat pendiam dan serius bisa berubah menjadi sangat cerewet ketika sedang berkumpul dengan teman dekat. Ada pula yang terlihat pemalu di depan orang asing, tetapi menjadi sumber keributan ketika bersama inner circle.

Di balik istilah yang terdengar seperti candaan tersebut, ada hal yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. Manusia memang tidak selalu menunjukkan sisi dirinya dengan cara yang sama kepada setiap orang.

Baca Juga: Kenapa Ada Orang yang Suka Bau Hujan, Buku, atau Kopi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Rasa aman dan nyaman dapat membuat seseorang lebih leluasa berkomunikasi dan mengekspresikan dirinya. Sebaliknya, lingkungan yang masih asing dapat membuat seseorang lebih berhati-hati.

Hal ini juga menunjukkan bahwa seseorang yang terlihat pendiam belum tentu tidak memiliki sisi yang ramai atau ekspresif. Bisa saja, sisi tersebut baru muncul setelah hubungan dengan orang lain menjadi lebih dekat.

Jadi, kalau ada teman yang menganggap kamu pendiam, mungkin saja mereka belum mendapatkan akses penuh. Bisa jadi, versi paling cerewet, kocak, dan chaotic dari dirimu memang hanya tersedia untuk orang-orang tertentu. (annas rohmanda purbaningrum)

 

Editor : Kabun Triyatno
annas rohmanda purbaningrum premium personality media sosial tren teman dekat