Bahasa Gaul Tak Mesti Punya Arti, Tapi Tetap Bisa Dipahami?

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:05 WIB
Bahasa gaul internet kini berkembang berdasar konteks dan pemahaman bersama. Meski tak berdefinisi pasti atau sulit diterjemahkan harfiah.
Bahasa gaul internet kini berkembang berdasar konteks dan pemahaman bersama. Meski tak berdefinisi pasti atau sulit diterjemahkan harfiah.

RADARSOLO.COM – Pernah mendengar seseorang mengatakan “six seven”, “clock it”, atau “aura farming”, tetapi tetap memahami maksudnya meski sulit menjelaskan arti istilah tersebut secara harfiah?

Di media sosial, bahasa tidak selalu bekerja seperti kamus. Sejumlah istilah populer justru digunakan berdasarkan konteks, situasi, dan pemahaman bersama.

Kata atau frasa tersebut mungkin tidak memiliki satu definisi yang pasti, tetapi tetap bisa dipahami oleh orang yang mengikuti tren percakapan di internet.

Fenomena ini terlihat pada sejumlah slang yang beredar di media sosial. Istilah “six seven”, misalnya, dikenal sebagai ungkapan yang digunakan secara fleksibel dalam percakapan dan sering kali tidak memiliki makna literal yang harus diterjemahkan.

Baca Juga: Pesta Kembang Api HUT RI di Monas Ditiadakan, Drone Show Bawa Pesan “Pray for NTT”

Sementara “clock it” digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang menyadari atau berhasil menangkap sesuatu. “Aura farming” merujuk pada upaya seseorang membangun kesan atau terlihat keren di hadapan orang lain. 

Tidak Harus Diterjemahkan Kata demi Kata

Jika istilah tersebut diterjemahkan secara harfiah, maknanya bisa terasa membingungkan.

“Six seven” secara literal berarti angka enam tujuh. Namun, dalam percakapan internet, penggunaannya tidak selalu berkaitan dengan angka. Begitu pula “aura farming” yang jika diterjemahkan mentah-mentah menjadi “bertani aura”, tentu tidak menjelaskan maksud sebenarnya.

Di sinilah konteks menjadi penting.

Baca Juga: Emoji Pertama di Dunia Bentuknya Seperti Apa? Ternyata Sederhana Banget

Pengguna media sosial tidak selalu memahami istilah dari definisi formal. Mereka memahaminya dari bagaimana istilah tersebut digunakan berulang kali dalam video, komentar, meme, atau percakapan.

Seseorang akhirnya mengetahui bahwa “clock it” biasanya muncul ketika seseorang menyadari sesuatu yang sebelumnya luput diperhatikan. Pemahaman tersebut terbentuk dari penggunaan, bukan dari menerjemahkan setiap kata.

Bahasa Internet Banyak Bergantung pada Konteks

Fenomena tersebut sebenarnya memperlihatkan cara kerja bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah kata tidak selalu memiliki makna yang berdiri sendiri. Situasi ketika kata tersebut digunakan dapat membantu menentukan maksudnya.

Hal tersebut semakin terlihat dalam komunikasi media sosial yang berlangsung cepat dan informal.

Pengguna juga sering menciptakan ungkapan yang sengaja tidak lengkap, dipelesetkan, atau mengambil kata dari bahasa lain. Selama orang-orang dalam komunitas yang sama memahami konteksnya, istilah tersebut tetap dapat berfungsi sebagai alat komunikasi.

Karena itu, sebuah slang tidak harus memiliki definisi yang kaku untuk dapat digunakan.

Baca Juga: Coba Tebak, Ada Berapa Emoji di HP Anda? Jawabannya Mungkin Bikin Kaget

Dari Bahasa Menjadi Inside Joke

Slang internet juga dapat berfungsi seperti inside joke. Ketika seseorang memahami sebuah istilah, ia sekaligus menunjukkan bahwa dirinya mengikuti percakapan atau budaya tertentu di internet.

Penggunaan “six seven”, misalnya, bukan semata-mata soal menyampaikan informasi. Dalam konteks tertentu, mengucapkannya justru menjadi bagian dari lelucon yang dipahami bersama oleh pengguna yang mengikuti tren tersebut.

Hal ini membuat bahasa internet berkembang dengan cara yang berbeda. Istilah baru dapat muncul dari meme, video pendek, komentar, musik, hingga percakapan antarpengguna. Setelah digunakan berulang kali, orang lain mulai memahami pola pemakaiannya.

Mengapa Slang Cepat Berubah?

Salah satu karakteristik bahasa internet adalah kecepatannya.

Sebuah istilah bisa populer karena satu tren, kemudian digunakan oleh ribuan bahkan jutaan pengguna. Ketika semakin banyak orang menggunakannya, istilah tersebut bisa kehilangan kesan eksklusif dan akhirnya digantikan oleh istilah baru.

Proses tersebut membuat bahasa gaul internet terasa terus bergerak.

Hari ini seseorang mungkin bingung ketika melihat “six seven” di kolom komentar. Beberapa hari kemudian, ia sudah memahami konteksnya tanpa perlu mencari arti di mesin pencari.

Pada akhirnya, bahasa tidak selalu membutuhkan definisi yang jelas untuk bisa dipahami. Dalam komunikasi digital, konteks, kebiasaan, dan pemahaman bersama sering kali cukup untuk membuat sebuah kata yang secara harfiah membingungkan tetap memiliki makna bagi penggunanya. (inayah choirunisa)

Editor : Kabun Triyatno
konteks inayah choirunisa istilah bahasa internet