Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan kebiasaan menjalani aktivitas tanpa bantuan hiburan, kenyamanan ekstra, atau distraksi digital. Sederhananya, seseorang membiarkan dirinya benar-benar menghadapi situasi yang sedang dijalani.
Di balik istilah yang terdengar unik itu, ada sejarah makna yang jauh berbeda. Secara bahasa gaul Inggris, raw dogging awalnya merupakan istilah vulgar yang merujuk pada hubungan seksual tanpa pengaman.
Baca Juga: Makanan Viral Tak Cukup Sekadar “Enak”, Harus Punya Visual yang Bisa Difoto
Seiring berkembangnya bahasa di media sosial, istilah tersebut mengalami perluasan makna. Kata raw dogging kemudian digunakan secara metaforis untuk menggambarkan aktivitas yang dilakukan tanpa alat bantu atau distraksi.
Salah satu contohnya adalah raw-dogging a flight. Seseorang menjalani penerbangan berjam-jam tanpa menonton film, mendengarkan musik, membaca buku, bermain gim, atau menggunakan hiburan lain.
Dari situlah istilah raw dogging life berkembang dan digunakan untuk menggambarkan cara menjalani kehidupan secara lebih langsung.
Baca Juga: Mengenal Tren Premium Personality, Sisi VIP yang Cuma Keluar di Depan Orang Terdekat
Dalam kehidupan sehari-hari, penerapannya sebenarnya cukup sederhana. Misalnya, makan tanpa menonton YouTube, berjalan kaki tanpa mendengarkan musik, naik kereta tanpa membuka media sosial, atau menunggu seseorang tanpa langsung mengambil ponsel.
Bahkan, membiarkan diri merasa bosan juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan tersebut. Alih-alih buru-buru mencari hiburan ketika tidak ada kegiatan, seseorang membiarkan pikirannya berjalan sendiri dan memperhatikan apa yang terjadi di sekitarnya.
Konsep ini memiliki kemiripan dengan mindfulness, yakni memberikan perhatian pada pengalaman yang sedang berlangsung tanpa terus-menerus mencari pengalihan.
Tren raw dogging life juga muncul di tengah kehidupan yang semakin dipenuhi distraksi digital. Notifikasi, media sosial, video pendek, musik, gim, dan berbagai bentuk hiburan dapat diakses kapan saja. Ketika merasa bosan selama beberapa menit saja, ponsel sering menjadi pilihan pertama untuk mengisi waktu.
Baca Juga: Feminine Intuition, Benarkah Perempuan Punya Firasat Lebih Kuat?
Raw dogging justru melakukan sebaliknya. Rasa bosan tidak langsung dihilangkan, tetapi dibiarkan hadir. Kebiasaan sederhana seperti makan tanpa ponsel atau menikmati perjalanan tanpa earphone dapat menjadi cara untuk memberikan jeda dari layar dan informasi yang terus-menerus.
Meski begitu, raw dogging life tidak berarti seseorang harus menghilangkan seluruh kenyamanan dalam kehidupan. Terutama dalam perjalanan panjang, tidak menggunakan hiburan sama sekali bukan berarti harus menahan haus, tidak bergerak, atau mengabaikan kebutuhan tubuh.
Pada penerbangan panjang, misalnya, tetap minum air dan bergerak secara berkala jauh lebih penting daripada mempertahankan tren demi terlihat “kuat” di media sosial. (annas rohmanda purbaningrum)
Editor : Kabun Triyatno