Ada yang Hobi Gonta-ganti, Ada Juga yang Pakai Barang Sampai Jebol. Kamu Tipe Mana?

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:01 WIB
Tipe gonta-ganti vs tipe pakai barang sampai jebol. (AI Generated)
Tipe gonta-ganti vs tipe pakai barang sampai jebol. (AI Generated)

RADARSOLO.COM - Pernah punya teman yang gampang bosan dengan barang? Baru beberapa bulan memakai tas, sepatu, atau bahkan ponsel, sudah mulai melirik model terbaru. Namun, ada juga tipe yang justru sebaliknya. Barang lama tetap dipakai selama masih berfungsi, bahkan kalau sudah mulai rusak pun masih berusaha diperbaiki.

Kebiasaan tersebut ternyata cukup umum dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang memiliki cara berbeda dalam memandang barang yang dimilikinya. Ada yang menganggap barang sebagai bagian dari gaya hidup, sementara sebagian lainnya lebih mementingkan fungsi dan kenyamanan.

Bagi orang yang mudah bosan, memiliki barang baru bisa memberikan pengalaman yang menyenangkan. Model baru, warna berbeda, atau fitur yang lebih lengkap bisa menjadi alasan untuk mengganti barang meski barang sebelumnya sebenarnya masih bisa digunakan.

Baca Juga: Lost Spark, Saat Hal yang Dulu Disukai Tak Lagi Terasa Sama

Hal ini tidak selalu berarti boros. Bisa saja mereka memang senang mencoba sesuatu yang baru atau merasa barang tertentu merupakan bagian dari cara mengekspresikan diri.

Di sisi lain, ada orang yang punya prinsip sederhana: selama masih bisa dipakai, tidak perlu diganti. Ponsel mungkin sudah beberapa tahun digunakan, sepatu mulai terlihat usang, atau tas sudah memiliki beberapa bagian yang diperbaiki, tetapi semuanya tetap dipertahankan.

Bagi tipe ini, mengganti barang bukan sesuatu yang perlu dilakukan hanya karena muncul model terbaru. Selama fungsi utamanya masih berjalan dan barang tersebut masih nyaman digunakan, tidak ada alasan untuk membeli yang baru.

Menariknya, kebiasaan memakai barang sampai rusak juga bisa muncul karena adanya rasa nyaman dan keterikatan. Setelah digunakan dalam waktu lama, seseorang sudah terbiasa dengan bentuk, ukuran, cara penggunaan, bahkan kekurangan dari barang tersebut.

Baca Juga: Kenapa Kita Sering Canggung dan Mati Topik Saat Ngobrol? Ini Penjelasan Psikologisnya

Ada pula faktor kenangan. Sebuah jaket lama, misalnya, mungkin sudah tidak sebagus ketika pertama dibeli, tetapi tetap dipertahankan karena pernah digunakan dalam momen tertentu. Akhirnya, nilai barang tersebut bukan lagi hanya soal harga atau fungsi, tetapi juga pengalaman yang melekat di dalamnya.

Kalau dilihat dari gaya hidup, kebiasaan ini juga dekat dengan pola konsumsi sadar. Seseorang tidak merasa harus terus membeli barang baru hanya karena tren sedang berubah. Barang yang sudah dimiliki berusaha dimanfaatkan semaksimal mungkin sebelum akhirnya benar-benar tidak dapat digunakan. (annas rohmanda purbaningrum)

 

Editor : Kabun Triyatno
annas rohmanda purbaningrum tipe Gonta ganti rusak Barang