Dari Tren 2016 hingga Viral Lagi, Ini Alasan Squishy Bikin Ketagihan

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Squishy Kembali Ramai dan Tawarkan Beragam Tekstur dan Sensasi.
Squishy Kembali Ramai dan Tawarkan Beragam Tekstur dan Sensasi.

RADARSOLO.COM - Masih ingat dengan squishy? Mainan berbahan lembut yang bisa diremas ini sempat menjadi salah satu tren populer di kalangan anak-anak dan remaja sekitar 2016 hingga 2018. Di Indonesia, popularitasnya ikut terdorong oleh maraknya konten Squishy Haul dan Squishy Challenge di YouTube.

Kini, squishy kembali ramai. Bedanya, tren kali ini tidak hanya mengandalkan bentuk yang lucu, tetapi juga menawarkan beragam tekstur dan sensasi. Beberapa jenis yang kembali banyak dibicarakan adalah slow-rising squishy, butter squishy, hingga mainan seperti NeeDoh yang memberikan sensasi berbeda ketika diremas. Tren tersebut kembali mendapat perhatian besar melalui media sosial, terutama video pendek dan konten ASMR.

Lantas, apa yang membuat squishy begitu menarik hingga bisa kembali viral setelah bertahun-tahun?

Baca Juga: “2026 Is the New 2016”, Kenapa Warganet Kembali Merindukan Era Media Sosial Lama?

Salah satu jawabannya adalah sensasi ketika meremasnya. Pada jenis slow-rising, mainan akan perlahan kembali ke bentuk semula setelah ditekan. Gerakan yang lambat tersebut memberikan pengalaman visual dan sentuhan yang dianggap memuaskan. Repetisi sederhana berupa meremas, melepaskan, kemudian melihat bentuknya kembali membuat orang terdorong untuk mengulanginya.

Selain tekstur, bentuk squishy juga menjadi daya tarik tersendiri. Dulu, squishy banyak hadir dalam bentuk makanan seperti roti, kue, buah, hingga karakter hewan dengan wajah menggemaskan. Desain tersebut membuat squishy tidak hanya dipandang sebagai mainan, tetapi juga barang koleksi.

Media sosial kemudian memperkuat daya tarik tersebut. Video yang memperlihatkan squishy diremas, dipencet, atau perlahan kembali ke bentuk semula memiliki unsur visual yang mudah membuat orang penasaran. Pada tren saat ini, suara dan gerakan squishy juga cocok dengan konten ASMR sehingga pengalaman meremas tidak hanya bisa dirasakan, tetapi juga dinikmati melalui layar.

Baca Juga: Mengenal Istilah Jawa Premium yang Viral di Media Sosial, Apa Maksudnya?

Di Indonesia, tren squishy sebelumnya juga tidak lepas dari peran kreator konten. Pada 2017, Ria Ricis bahkan dikenal sebagai salah satu figur yang ikut memopulerkan squishy melalui berbagai konten koleksinya.

Popularitas squishy juga menunjukkan bagaimana sebuah mainan dapat berubah mengikuti perkembangan zaman. Jika dulu orang mengenalnya melalui video YouTube dan koleksi di sekolah, kini tren tersebut menyebar melalui TikTok dan konten singkat. (annas rohmanda purbaningrum)

 

Editor : Kabun Triyatno
annas rohmanda purbaningrum 2016 squishy viral tren