“Dead Poets Society” dan Pesan untuk Anak Muda: Berani Keluar dan Kejar Mimpimu

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:10 WIB
Pesan carpe diem dalam film Dead Poets Society tetap relevan bagi anak muda menghadapi ketidakpastian.
Pesan carpe diem dalam film Dead Poets Society tetap relevan bagi anak muda menghadapi ketidakpastian.

RADARSOLO.COM – Pernah nggak sih merasa masa depan terlalu tidak pasti untuk direncanakan?

Kuliah belum selesai, pekerjaan belum jelas, biaya hidup makin banyak, persaingan semakin ketat, sementara setiap hari ada saja berita yang membuat kita bertanya-tanya tentang keadaan negeri ini. Akhirnya, tanpa sadar kita mulai menunda banyak hal.

“Nanti saja kalau sudah lulus.”

“Nanti kalau sudah punya uang.”

“Nanti kalau keadaan sudah lebih baik.”

Baca Juga: Mengenal Lucky Girl Syndrome, Tren yang Disebut Bisa Mengubah Cara Pandang Hidup

Di tengah perasaan tersebut, film Dead Poets Society yang dirilis pada 1989 masih punya pesan yang terasa relevan untuk anak muda hari ini. 

Ketika Hidup Mulai Ditentukan Orang Lain

John Keating mengajarkan murid-muridnya untuk melihat kehidupan dari sudut pandang berbeda. Ia mendorong mereka untuk tidak sekadar mengikuti jalan yang sudah ditentukan oleh sekolah, keluarga, atau lingkungan.

Salah satu kalimat paling ikonik dari film tersebut adalah Carpe diem. Seize the day.”

Baca Juga: Jangan Mudah Emosi di Kolom Komentar, Bisa Jadi Anda Sedang Terjebak Rage Bait

Carpe diem merupakan ungkapan Latin yang secara umum diterjemahkan sebagai “raihlah hari ini” atau “manfaatkan hari ini”. Dalam film, kalimat tersebut bukan sekadar ajakan untuk bersenang-senang tanpa memikirkan masa depan.

Keating ingin murid-muridnya menyadari bahwa waktu mereka terbatas. Karena itu, hidup seharusnya tidak dihabiskan hanya untuk memenuhi ekspektasi orang lain.

Pesan tersebut terasa dekat dengan kehidupan anak muda sekarang.

Berani Punya Mimpi di Tengah Ketidakpastian

Menjadi anak muda hari ini bukan berarti hidup tanpa kesempatan. Justru ada lebih banyak pilihan dibandingkan generasi sebelumnya. Namun, banyaknya pilihan juga datang bersama ketidakpastian.

Kita bisa melihat teman sebaya mendapatkan pekerjaan lebih dulu, membangun bisnis, melanjutkan pendidikan, menghasilkan karya, atau pergi ke luar negeri. Di media sosial, semua pencapaian tersebut bahkan bisa terlihat setiap hari.

Pada akhirnya, kita bukan cuma takut gagal. Kita juga takut tertinggal.

Baca Juga: Kamu Pemalu? Ekspresikan Saja Melalui Emoji

Perasaan tersebut bisa membuat seseorang memilih jalan yang dianggap paling aman, meskipun sebenarnya bukan jalan yang diinginkan.

Dead Poets Society mengingatkan bahwa memiliki mimpi bukan berarti kita harus langsung melakukan sesuatu yang besar atau nekat. Berani mengejar mimpi bisa dimulai dari hal sederhana.

Carpe Diem Bukan Berarti Hidup Tanpa Rencana

Namun, ada satu hal yang sering keliru dipahami dari konsep carpe diem.

Memanfaatkan hari ini bukan berarti mengabaikan hari esok.

Mengejar mimpi juga bukan berarti harus meninggalkan semua tanggung jawab dan bertindak impulsif. Justru keberanian membutuhkan perhitungan. Kita boleh punya rencana, menabung, belajar, mencari pengalaman, dan mempersiapkan diri sebelum mengambil langkah.

Yang perlu dihindari adalah menjadikan ketakutan sebagai alasan untuk tidak pernah bergerak.

Sebab tidak ada satu pun dari kita yang benar-benar mendapatkan jaminan bahwa kondisi akan menjadi sempurna sebelum kita mulai.

Kita Tidak Bisa Memilih Keadaan, tetapi Bisa Memilih Langkah

Pesan tersebut terasa semakin penting ketika melihat keadaan Indonesia hari ini.

Kita tidak bisa memilih lahir di negara dengan kondisi seperti apa. Kita juga tidak selalu dapat mengendalikan keadaan ekonomi, lapangan pekerjaan, kebijakan pemerintah, atau berbagai ketidakpastian yang muncul di sekitar kita.

Namun, masih ada bagian dari hidup yang dapat kita kendalikan.

Apa yang ingin dipelajari. Karya apa yang ingin dibuat. Orang-orang seperti apa yang ingin ditemui. Kesempatan apa yang ingin dicoba. Dan kehidupan seperti apa yang perlahan ingin dibangun.

Dead Poets Society pada akhirnya bukan hanya mengajarkan anak muda untuk bermimpi. Film ini mengingatkan bahwa waktu terus berjalan, sementara hidup kita tidak pernah dijanjikan akan menunggu sampai keadaan sempurna.

Jadi, kalau hari ini keadaan terasa berantakan, mungkin kita memang belum bisa memperbaikinya sekaligus.

Tetapi kita masih bisa mengambil satu langkah kecil.

Carpe diem. Manfaatkan hari ini. Beranilah hidup sedikit lebih dekat dengan kehidupan yang benar-benar kita inginkan. (inayah choirunisa)

Editor : Kabun Triyatno
inayah choirunisa hidup muda anak mimpi