RADARSOLO.COM - Motif polkadot kembali ramai di dunia fashion. Pola berupa bintik-bintik yang dulu identik dengan gaya retro kini muncul lagi dalam berbagai koleksi busana dan aksesori dengan sentuhan yang lebih modern.
Kalau dulu polkadot sering dianggap sebagai motif yang "jadul", sekarang justru sebaliknya. Motif ini mulai banyak digunakan untuk menciptakan tampilan yang playful, feminin, sekaligus tetap stylish.
Tren polkadot juga semakin mudah ditemukan dalam berbagai bentuk. Mulai dari blouse, rok, dress, hingga aksesori seperti scarf dan tas. Ukuran polkadot pun semakin beragam, dari bintik-bintik kecil atau micro dots sampai pola besar yang lebih mencolok.
Baca Juga: Gaya Fashion Anak Muda Makin Bebas, dari Retro hingga Gender-Fluid
Menariknya, polkadot ternyata punya perjalanan yang cukup panjang. Motif ini mulai dikenal luas pada pertengahan abad ke-19 dan namanya berkaitan dengan popularitas tari polka di Eropa dan Amerika. Saat itu, kata "polka" bahkan digunakan sebagai bagian dari strategi pemasaran berbagai produk.
Seiring berkembangnya teknologi tekstil pada masa Revolusi Industri, motif bintik-bintik bisa diproduksi secara lebih rapi dan massal. Dari sinilah polkadot perlahan berubah menjadi motif fashion yang populer.
Memasuki abad ke-20, polkadot semakin lekat dengan budaya populer. Salah satu yang paling ikonik adalah karakter Minnie Mouse yang tampil dengan busana bermotif polkadot. Motif ini kemudian juga sering muncul dalam gaya busana era 1950-an yang dikenal feminin dan klasik.
Baca Juga: Suka Gaya Fesyen Minimalis hingga Trendy? Ini 6 Brand Lokal yang Bisa Jadi Pilihan
Kini, polkadot kembali mendapatkan tempat di tengah tren fashion modern. Desainer tidak lagi terpaku pada gaya retro, tetapi mengolahnya dengan potongan pakaian yang lebih minimalis, warna yang berani, serta kombinasi motif dan ukuran yang lebih variatif.
Kembalinya polkadot menjadi bukti bahwa tren fashion memang suka berputar. Motif yang pernah dianggap kuno kini justru hadir lagi dengan wajah baru, lebih segar, santai, dan cocok untuk gaya masa kini. (annas rohmanda purbaningrum)
Editor : Kabun Triyatno