Kenapa Makin Dipaksa Tidur, Kita Malah Makin Melek?

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:10 WIB
Keinginan kuat untuk segera terlelap justru dapat memicu kecemasan dan menjaga otak tetap aktif.
Keinginan kuat untuk segera terlelap justru dapat memicu kecemasan dan menjaga otak tetap aktif.

RADARSOLO.COM – Sudah mematikan lampu, meletakkan ponsel, dan menarik selimut. Tubuh sebenarnya sudah lelah, tetapi mata justru sulit terpejam. Semakin memikirkan bahwa besok harus bangun pagi, semakin terasa sulit untuk tidur.

Kondisi seperti ini cukup umum terjadi. Masalahnya, keinginan untuk segera tertidur justru dapat membuat seseorang semakin memperhatikan apakah dirinya sudah mengantuk atau belum. Akibatnya, tempat tidur yang seharusnya menjadi tempat beristirahat malah terasa seperti ruang untuk “berjuang” supaya bisa tidur.

Lantas, apa yang bisa dilakukan ketika sulit tidur?

Baca Juga: Jangan Mudah Emosi di Kolom Komentar, Bisa Jadi Anda Sedang Terjebak Rage Bait

Jangan Memaksa Diri untuk Segera Terlelap

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah terus berbaring sambil berharap rasa kantuk segera datang. Padahal, semakin lama seseorang terjaga di tempat tidur, semakin besar kemungkinan muncul rasa frustrasi.

Jika sudah berbaring tetapi tidak kunjung mengantuk, cobalah bangun sebentar. Lakukan aktivitas yang tenang dengan pencahayaan redup, seperti membaca buku atau mendengarkan musik dengan volume rendah.

Setelah rasa kantuk kembali muncul, barulah kembali ke tempat tidur. Cara ini membantu menjaga asosiasi bahwa tempat tidur digunakan untuk tidur, bukan untuk memikirkan pekerjaan, membuka media sosial, atau menghitung berapa jam waktu tidur yang tersisa.

Baca Juga: Sering Sulit Fokus atau Mudah Lupa? Kenali Fenomena Brain Fog

Hati-Hati dengan Ponsel Sebelum Tidur

Godaan untuk membuka ponsel selama beberapa menit sebelum tidur juga dapat membuat waktu tidur semakin mundur. Satu video dapat berlanjut menjadi beberapa video, lalu tanpa terasa waktu sudah berlalu puluhan menit.

Selain cahaya dari layar, isi yang dikonsumsi juga dapat membuat otak tetap aktif. Berita, percakapan, permainan, hingga video pendek memberikan rangsangan yang membuat seseorang terus ingin melihat konten berikutnya.

Karena itu, memberi jeda dari ponsel sebelum tidur dapat membantu tubuh bersiap memasuki waktu istirahat.

Jangan Abaikan Kafein

Kopi juga perlu diperhatikan, terutama jika diminum pada sore atau malam hari. Kafein dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh sehingga efeknya tidak selalu hilang ketika seseorang mulai merasa lelah.

Bukan berarti semua orang harus berhenti minum kopi. Namun, jika seseorang sering mengalami kesulitan tidur, memperhatikan waktu terakhir mengonsumsi kopi, teh, minuman energi, atau sumber kafein lainnya dapat menjadi langkah sederhana.

Buat Jadwal Tidur Lebih Konsisten

Tubuh memiliki sistem pengaturan waktu yang disebut ritme sirkadian. Pola tidur dan bangun yang berubah-ubah dapat membuat tubuh lebih sulit mengenali kapan waktunya beristirahat.

Karena itu, membiasakan waktu tidur dan bangun yang relatif konsisten dapat membantu membangun pola yang lebih teratur. Tidak harus langsung mengubah jadwal secara drastis. Perubahan bertahap justru lebih mudah dipertahankan.

Kondisi kamar juga dapat dibuat lebih mendukung. Ruangan yang gelap, tenang, dan memiliki suhu yang nyaman dapat membantu seseorang lebih mudah beristirahat.

Kalau Pikiran Justru Ramai Saat Malam

Ada kalanya tubuh sudah lelah, tetapi pikiran justru mulai memutar berbagai hal. Pekerjaan besok, percakapan sepanjang hari, hingga daftar tugas yang belum selesai tiba-tiba terasa memenuhi kepala.

Salah satu cara sederhana adalah menuliskan hal-hal yang sedang dipikirkan sebelum tidur. Dengan begitu, seseorang tidak harus terus mengingat semuanya ketika sudah berada di tempat tidur.

Namun, jika kesulitan tidur berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan dianggap sebagai masalah sepele. Konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu mencari penyebab dan penanganan yang sesuai. (inayah choirunisa)

Editor : Kabun Triyatno
inayah choirunisa tidur waktu ponsel lelah