RADARSOLO.COM – Pernah punya satu film yang entah sudah ditonton berapa kali, tetapi tetap saja terasa menyenangkan setiap kali diputar kembali? Padahal jalan ceritanya sudah hafal, dialognya bahkan mungkin bisa ikut diucapkan, dan akhir ceritanya tidak lagi mengejutkan.
Film seperti itu sering disebut sebagai comfort movie, yakni tontonan yang memberikan rasa nyaman dan familiar bagi seseorang. Menariknya, kebiasaan menonton film yang sama berulang kali ternyata bukan sekadar karena kehabisan tontonan.
Baca Juga: Brain Rot Ramai di Media Sosial, Benarkah Otak Bisa 'Membusuk' karena Konten?
Bukan Lagi Soal Penasaran
Saat pertama kali menonton sebuah film, otak perlu mengikuti banyak hal. Siapa tokohnya, bagaimana konfliknya berkembang, apa yang akan terjadi berikutnya, hingga bagaimana cerita tersebut berakhir.
Ketika film yang sama ditonton kembali, sebagian besar hal tersebut sudah diketahui. Penonton tidak perlu lagi menebak-nebak jalan cerita atau berusaha memahami karakter dari awal.
Inilah yang membuat tontonan lama terasa lebih ringan. Kita tahu apa yang akan terjadi sehingga tidak perlu memberikan perhatian sebesar ketika menonton sesuatu yang benar-benar baru.
Baca Juga: Jangan-Jangan Kamu Pernah Kayak Gini. Yuk Kenali Apa Itu Revenge Scrolling
Karena itu, tidak mengherankan jika seseorang justru memilih memutar film favorit setelah menjalani hari yang melelahkan. Dibandingkan mencari tontonan baru yang belum diketahui kualitasnya, film lama menawarkan pengalaman yang sudah pasti.
Familiar dan Bisa Jadi Tempat Pulang
Comfort movie juga berkaitan dengan rasa familiar. Film tertentu dapat melekat dengan pengalaman pribadi, seperti masa sekolah, masa kuliah, hubungan pertemanan, atau periode tertentu dalam kehidupan.
Ketika film tersebut kembali diputar, bukan hanya ceritanya yang muncul. Kenangan dan perasaan yang pernah menyertai pengalaman menonton sebelumnya juga dapat ikut muncul.
Misalnya, seseorang mungkin selalu kembali menonton film komedi tertentu ketika sedang stres. Film tersebut tidak serta-merta menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi, tetapi memberikan ruang untuk sejenak melepaskan diri dari persoalan.
Pada titik ini, film tidak lagi hanya berfungsi sebagai hiburan. Ia bisa menjadi semacam rutinitas kecil yang memberikan rasa aman karena sesuatu yang familiar kembali hadir.
Kenapa Bukan Film Baru?
Menonton film baru memang menawarkan kejutan. Namun, kejutan juga membutuhkan energi. Penonton harus beradaptasi dengan karakter, dunia cerita, konflik, dan berbagai informasi baru.
Baca Juga: Dari Bandung ke Marvel, for Revenge Resmi Isi Soundtrack Spider-Man: Brand New Day
Sementara itu, comfort movie menawarkan sesuatu yang lebih sederhana: kita sudah tahu apa yang akan kita dapatkan.
Bahkan, mengetahui akhir cerita justru dapat menjadi bagian dari kenyamanannya. Tidak ada rasa penasaran berlebihan mengenai apakah tokoh utama akan berhasil, siapa yang akan menang, atau bagaimana cerita berakhir.
Hal ini juga menjelaskan mengapa seseorang bisa menikmati adegan yang sama berkali-kali meskipun tidak ada lagi unsur kejutan.
Boleh Saja Menonton Ulang
Menonton film yang sama berulang kali bukan berarti seseorang tidak memiliki selera terhadap tontonan baru. Ada kalanya kita memang membutuhkan sesuatu yang familiar.
Di tengah rutinitas yang berubah-ubah, film favorit dapat menjadi salah satu hal yang terasa tetap. Kita tahu kapan adegan lucu muncul, hafal musiknya, bahkan mungkin tahu dialog sebelum karakter mengucapkannya.
Jadi, jika suatu malam pilihan tontonan kembali jatuh pada film yang sudah berkali-kali ditonton, tidak perlu merasa bosan pada diri sendiri.
Mungkin yang dicari memang bukan cerita baru, melainkan perasaan nyaman yang sudah kita kenal. (inayah choirunisa)
Editor : Kabun Triyatno