Ke Mana Boba yang Dulu Viral Itu? Dari Antrean Panjang hingga Kini Mulai Sepi

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 12:15 WIB
Boba kini tidak lagi menjadi pembicaraan utama seperti beberapa tahun lalu.
Boba kini tidak lagi menjadi pembicaraan utama seperti beberapa tahun lalu.

RADARSOLO.COM - Masih ingat ketika minuman boba menjadi salah satu barang yang wajib dibeli saat pergi ke mal? Beberapa tahun lalu, antrean panjang di depan gerai bubble tea menjadi pemandangan biasa. Bahkan, demi segelas minuman dengan bola-bola tapioka kenyal itu, orang rela menunggu hingga berjam-jam.

Sekitar 2019 menjadi salah satu masa keemasan boba di Indonesia. Berbagai merek bermunculan dan menawarkan racikan masing-masing, terutama setelah tren brown sugar boba milk meledak di media sosial. Nama-nama seperti Chatime, KOI Thé, Xing Fu Tang, Tiger Sugar, hingga berbagai merek lokal ikut meramaikan persaingan.

Saking populernya, Jakarta bahkan pernah menggelar Boba Fest pada September 2019. Festival tersebut menghadirkan lebih dari 25 merek minuman boba dalam satu lokasi. Antrean pun mengular di sejumlah gerai, sementara pengunjung membawa pulang lebih dari satu gelas minuman.

Baca Juga: Minuman Rasa Asin Kok Malah Digemari? Sea Salt Series Jadi Jawabannya

Saat itu, boba bukan sekadar minuman. Membeli merek tertentu juga menjadi bagian dari tren dan pengalaman yang ingin dibagikan di media sosial. Gelas dengan desain khas, warna minuman yang menarik, hingga antrean panjang justru menjadi daya tarik tersendiri.

Namun, coba bandingkan dengan kondisi sekarang.

Boba memang belum benar-benar hilang. Sejumlah gerai masih mudah ditemukan di pusat perbelanjaan dan layanan pesan antar makanan. Hanya saja, minuman ini sudah tidak lagi menjadi pembicaraan utama seperti beberapa tahun lalu.

Tidak banyak lagi unggahan media sosial yang membahas gerai boba baru. Antrean panjang juga semakin jarang terlihat. Posisi boba sebagai minuman kekinian perlahan digantikan oleh tren lain.

Baca Juga: Semua Serba Ungu! Ube Lagi Viral di Korea

Setelah demam boba, masyarakat Indonesia sempat ramai dengan dalgona coffee, kopi susu, hingga berbagai kreasi matcha. Belakangan, minuman seperti dirty matcha, pistachio latte, dan olahan ube atau ubi ungu mulai mencuri perhatian.

Perubahan ini menunjukkan betapa cepatnya tren makanan dan minuman berganti. Apa yang hari ini viral belum tentu tetap diminati beberapa tahun kemudian.

Boba sendiri sebenarnya bukan minuman baru. Bubble tea telah muncul sejak 1980-an di Taiwan sebelum kemudian menyebar ke berbagai negara. Di Indonesia, minuman ini pernah mengalami beberapa gelombang popularitas, tetapi tren brown sugar pada 2019 membuat namanya kembali meledak.

Mungkin yang lenyap bukanlah bobanya, melainkan statusnya sebagai minuman paling viral.

Baca Juga: Kopi Sudah Menjamur, Kini Giliran Teh Naik Daun? 9 Brand Milk Tea dan Artisan Tea yang Mulai Ramai

Kini boba telah berubah dari sebuah fenomena menjadi pilihan minuman biasa. Orang tidak lagi merasa harus mencoba setiap merek baru atau mengunggah gelas boba ke media sosial. Mereka yang memang menyukai tekstur kenyal tapioka dan perpaduan susu serta teh masih tetap membelinya.

Nasib boba bisa menjadi gambaran bagaimana tren kuliner bekerja. Viralitas mampu membuat sebuah produk muncul di mana-mana dalam waktu singkat, tetapi munculnya tren baru juga bisa membuat perhatian publik berpindah.

Jadi, ke mana boba yang dulu viral itu?

Jawabannya mungkin tidak ke mana-mana. Boba masih ada, hanya saja kini tak lagi berdiri di tengah sorotan. Dari minuman yang dulu membuat orang rela mengantre berjam-jam, boba kini harus berbagi tempat dengan matcha, kopi, sea salt, dan berbagai minuman baru yang sedang berebut perhatian.

 

Editor : Annas Rohmanda Purbaningrum
boba Boba Fest viral minuman