Gyaru Lagi Ramai Dibicarakan, Sebenarnya Apa Itu?

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 08:55 WIB
Gyaru bukan sekadar gaya makeup atau cara berpakaian. (Instagram: unis.offcl)
Gyaru bukan sekadar gaya makeup atau cara berpakaian. (Instagram: unis.offcl)

RADARSOLO.COM - Belakangan kamu sering melihat gaya rambut yang dibuat bervolume, makeup mata super bold, bulu mata lentik, kuku yang cetar, sampai outfit yang kelihatan ekstra, bisa jadi kamu sedang melihat gyaru. Gaya asal Jepang ini kembali banyak dibicarakan dan muncul dalam berbagai konten media sosial.

Namun, gyaru sebenarnya bukan sekadar gaya makeup atau cara berpakaian. Gyaru merupakan subkultur fashion Jepang yang berkembang sebagai bentuk ekspresi diri dan keberanian tampil berbeda dari standar kecantikan yang saat itu lebih banyak mengedepankan kulit pucat, rambut hitam, dan penampilan natural. Istilah gyaru sendiri berasal dari kata slang bahasa Inggris gal.

Baca Juga: Y2K Mulai Ditinggalkan, Y3K Hadir Bawa Fashion Futuristik ala Tahun 3000

Akar popularitas gyaru mulai terlihat kuat pada 1990-an, terutama di kawasan Shibuya, Tokyo. Salah satu bentuk awal yang terkenal adalah kogal atau kogyaru, yang identik dengan gaya anak sekolah seperti rok seragam yang dimodifikasi, loose socks, rambut yang diwarnai, serta makeup yang lebih mencolok.

Memasuki akhir 1990-an hingga 2000-an, gaya gyaru semakin berkembang dan melahirkan berbagai substyle. Ada ganguro yang terkenal dengan kulit kecokelatan, rambut terang, serta makeup dengan kontras tinggi. Ada pula hime gyaru yang mengambil konsep feminin ala putri dengan warna pastel, renda, pita, dan rambut besar yang dibuat ikal.

Bagi yang menyukai tampilan lebih glamor, ada agejo dengan makeup dramatis, rambut bervolume, dan pakaian yang lebih mewah. Sementara itu, rokku gyaru memberikan sentuhan rock dengan warna gelap, kulit, dan aksesori yang lebih edgy. Gyaru juga tidak hanya ditujukan untuk perempuan karena terdapat gyaruo, sebutan untuk gaya serupa dalam versi laki-laki.

Baca Juga: Berburu Kebaya di Pasar Triwindu, Hidden Gem Fashion Vintage di Solo

Karena punya banyak cabang, gyaru sebenarnya nggak bisa disederhanakan menjadi satu penampilan tertentu. Ada gaya yang manis, glamor, ekstrem, hingga lebih kasual. Benang merahnya justru ada pada keberanian berekspresi dan tampil sesuai karakter masing-masing.

Menariknya, meski popularitas gyaru sempat menurun dibanding masa kejayaannya pada 1990-an dan 2000-an, gaya ini kembali mendapatkan perhatian di era media sosial. TikTok, Instagram, dan komunitas online membuat berbagai estetika gyaru lebih mudah ditemukan dan dikenalkan kepada generasi baru

Editor : Annas Rohmanda Purbaningrum
GYARU fashion jepang makeup Standar