Bali Punya Batik Ulamsari Mas: Ada Filosofi Kehidupan Laut

fery ardi susanto • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 18:10 WIB
Motif ikan dan udang menjadi ciri khas Batik Ulamsari Mas dari Bali. (Pinterest)
Motif ikan dan udang menjadi ciri khas Batik Ulamsari Mas dari Bali. (Pinterest)

RADARSOLO.COM — Memakai batik pada Hari Batik Nasional, 2 Oktober, mungkin sudah menjadi hal biasa.

Namun, pernahkah membayangkan jika motif yang dikenakan ternyata membawa cerita tentang ikan, udang, dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada laut?

Cerita tersebut dapat ditemukan dalam Ulamsari Mas, salah satu motif batik yang berkembang di Bali.

Motif ini menarik karena mengambil hasil laut sebagai inspirasi utama yang kemudian dituangkan ke dalam selembar kain.

Baca Juga: Tutorial Make-up Baddie Ala Jennifer Coppen yang Bisa Ditiru

Ikan dan udang menjadi unsur yang mudah dikenali dalam motif Ulamsari Mas.

Keduanya bukan sekadar gambar untuk memperindah kain, tetapi berkaitan dengan hasil laut yang dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir.

Bagi masyarakat yang hidup di kawasan pesisir, laut tidak hanya menjadi bagian dari pemandangan sehari-hari.

Laut juga menjadi tempat mencari penghidupan, sehingga hasil tangkapannya memiliki nilai penting bagi kehidupan keluarga dan masyarakat.

Baca Juga: Hasil Uji Coba Persika Karanganyar vs Donggala United di Boyolali, Modal Berharga Menatap Liga 3

Gambaran tersebut kemudian diterjemahkan dalam bentuk motif.

Kehidupan yang biasanya ditemukan di perairan atau pasar ikan justru hadir sebagai corak yang dapat dikenakan dalam aktivitas sehari-hari.

Nama Ulamsari Mas pun memiliki makna yang menarik untuk ditelusuri. “Ulam” dalam bahasa Bali merujuk pada ikan atau lauk, “sari” berarti inti atau esensi, sedangkan “mas” bermakna emas yang dikaitkan dengan kekayaan dan kemakmuran.

Rangkaian makna tersebut memperlihatkan hubungan antara hasil laut dan harapan terhadap kesejahteraan.

Ikan dan udang tidak hanya menjadi representasi kekayaan alam, tetapi juga menggambarkan sesuatu yang bernilai bagi kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Honda ADV 160 vs Yamaha NMAX Turbo, Sama-Sama Canggih tapi Beda Teknologi, Pilih Mana?

Secara visual, unsur ikan dan udang disusun menjadi pola yang berulang pada permukaan kain.

Motif tersebut dapat dipadukan dengan ornamen tumbuhan dan unsur dekoratif lainnya sehingga tampilannya tidak hanya menggambarkan fauna laut, tetapi juga memiliki komposisi yang khas.

Di sinilah Ulamsari Mas menjadi menarik ketika dibicarakan dalam momentum Hari Batik Nasional.

Motif tersebut memperlihatkan bahwa inspirasi batik bisa datang dari sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk lingkungan tempat mereka mencari penghidupan.

Baca Juga: Penyelesaian Hak 127 Karyawan Pabrik di Karanganyar, Perusahaan Bayar Gaji dan Pesangon dalam 30 Hari ke Depan

Selama ini, ketika membicarakan batik, perhatian sering tertuju pada motif-motif yang sudah lebih dikenal.

Padahal, setiap daerah memiliki cara sendiri untuk menerjemahkan alam dan kehidupan masyarakat ke dalam kain.

Ulamsari Mas menawarkan sudut pandang yang berbeda.

Alih-alih mengangkat cerita dari lingkungan daratan, motif ini membawa suasana pesisir melalui bentuk ikan dan udang yang menjadi bagian utama coraknya.

Motif tersebut juga menunjukkan bahwa kain dapat menjadi media untuk menyimpan ingatan tentang suatu lingkungan.

Laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat kemudian tidak hanya hadir dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga meninggalkan jejak dalam karya tekstil.

Batik tidak hanya soal pakaian formal atau kewajiban mengenakan busana bermotif batik pada hari tertentu. Ada cerita yang bisa ditelusuri dari setiap motifnya.

Pada Hari Batik Nasional kali ini, Ulamsari Mas menjadi salah satu contoh bahwa kekayaan batik Indonesia tidak berhenti pada motif yang sudah populer.

Dari ikan dan udang yang terlihat sederhana, tersimpan cerita tentang laut dan kehidupan masyarakat pesisir Bali. (Dini Nur Azizah)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
Dini Nur Azizah batik ulamsari mas bali sejarah batik