RADARSOLO.COM - Bunga krokot menjadi salah satu tanaman hias yang menarik untuk mempercantik halaman rumah maupun teras.
Meski sering tumbuh liar di kebun dan persawahan, tanaman ini memiliki daya tarik tersendiri berkat bunganya yang berwarna-warni.
Selain mudah ditemukan, harga bunga krokot juga relatif terjangkau. Pilihan warnanya beragam, mulai dari putih, merah, kuning, merah muda, hingga ungu.
Tanaman ini juga cocok ditanam di pot kecil maupun dijadikan tanaman gantung untuk memperindah sudut rumah.
Bunga krokot dikenal pula dengan sebutan bunga pukul sembilan karena bunganya umumnya mekar pada pagi hari ketika mendapatkan cukup sinar matahari.
Bagi pemula yang ingin mencoba berkebun, cara menanam bunga krokot tidak membutuhkan teknik yang rumit.
Meski demikian, pemilihan bibit, media tanam, penyiraman, dan pengendalian hama tetap perlu diperhatikan agar tanaman tumbuh sehat.
Berikut cara menanam bunga krokot sekaligus tips merawatnya agar tumbuh subur dan menghasilkan bunga yang cantik.
1. Pilih Bibit Bunga Krokot yang Berkualitas
Langkah pertama dalam cara menanam bunga krokot adalah memilih bibit yang sehat. Secara umum, bunga krokot hias memiliki bentuk mahkota tunggal maupun bertumpuk.
Bagi pemula, bunga krokot dengan mahkota tunggal bisa menjadi pilihan karena perawatannya relatif mudah. Sementara itu, jenis berbunga tumpuk dapat dipilih jika ingin mendapatkan tampilan bunga yang lebih rimbun.
Apabila membeli bibit berupa tanaman muda, pilih batang yang kokoh, daun yang segar, dan bebas dari tanda serangan hama. Hindari tanaman yang batangnya menghitam, daunnya layu, atau akarnya terlihat membusuk.
Bibit yang sehat akan membantu tanaman beradaptasi dengan media tanam baru dan tumbuh dengan lebih baik.
2. Siapkan Pot dan Media Tanam yang Tepat
Setelah menentukan bibit, siapkan pot atau wadah untuk menanam bunga krokot. Kamu bisa menggunakan pot plastik, pot gerabah, hingga botol bekas yang telah dimodifikasi.
Pastikan wadah memiliki lubang drainase di bagian bawah agar kelebihan air dapat mengalir keluar. Hal ini penting karena media tanam yang terlalu basah dapat menyebabkan akar dan batang membusuk.
Untuk media tanam, gunakan campuran tanah gembur dan bahan berpori seperti sekam bakar atau pasir kasar. Campuran tersebut membantu menjaga sirkulasi udara sekaligus mencegah air menggenang.
Jika ingin menggunakan tanah yang kaya bahan organik, tambahkan kompos matang secukupnya. Hindari penggunaan pupuk kandang yang masih segar karena berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman.
Isi pot dengan media tanam, tetapi jangan terlalu padat agar akar dapat berkembang dengan baik.
3. Tambahkan Pupuk Dasar Secukupnya
Sebelum bibit ditanam, media tanam dapat diberi pupuk dasar berupa kompos matang atau pupuk organik yang sesuai dengan petunjuk penggunaan.
Campurkan pupuk secara merata dengan tanah agar unsur hara tersedia bagi tanaman. Gunakan pupuk secukupnya karena pemberian berlebihan tidak selalu membuat bunga krokot tumbuh lebih subur.
Setelah media tanam siap, basahi tanah sedikit agar kondisinya lembap, bukan becek.
Media tanam yang gembur dan memiliki kandungan unsur hara seimbang akan mendukung pertumbuhan akar serta membantu tanaman beradaptasi setelah dipindahkan ke pot.
4. Tanam Bunga Krokot dengan Teknik Setek Batang
Jika ingin memperbanyak tanaman dengan cepat, setek batang bisa menjadi pilihan praktis. Teknik ini tidak memerlukan biji karena menggunakan potongan batang dari tanaman krokot yang sehat.
Berikut langkah-langkahnya:
-
Pilih batang krokot yang sehat, tidak layu, dan bebas dari serangan hama.
-
Potong batang menggunakan gunting tanaman yang bersih.
-
Buang daun pada bagian batang yang akan ditanam agar tidak tertimbun tanah.
-
Buat lubang kecil pada media tanam, lalu masukkan pangkal batang sedalam beberapa sentimeter.
-
Tutup kembali lubang dengan tanah dan tekan perlahan agar batang berdiri tegak.
-
Siram sedikit air untuk menjaga kelembapan media tanam.
Letakkan pot di tempat terang yang mendapatkan sinar matahari secara bertahap. Hindari kondisi terlalu basah selama proses pembentukan akar.
Selain menggunakan setek batang, bunga krokot juga bisa ditanam dari biji. Taburkan biji pada permukaan media tanam, kemudian tutup sangat tipis jika diperlukan. Jaga kelembapan media sampai benih mulai tumbuh.
5. Tempatkan Pot di Area yang Mendapat Sinar Matahari
Sinar matahari berperan penting dalam pertumbuhan bunga krokot. Tanaman ini umumnya menyukai tempat terbuka dengan paparan matahari yang cukup.
Jika menggunakan pot berukuran sedang, letakkan di teras, halaman, atau area lain yang mendapatkan sinar matahari langsung.
Sementara itu, pot kecil bisa dijadikan tanaman gantung. Pilih gantungan yang kuat dan pastikan air dari pot tidak mengganggu area di bawahnya.
Bunga krokot memiliki pertumbuhan yang cenderung melebar atau menjuntai. Karena itu, tanaman ini cocok digunakan sebagai penghias pagar, tepi taman, maupun sudut teras.
Apabila tanaman sebelumnya berada di tempat teduh, biasakan memindahkannya ke area yang lebih terang secara bertahap agar tidak mengalami stres akibat perubahan lingkungan.
6. Lakukan Penyiraman dan Penyiangan secara Teratur
Salah satu tips merawat bunga krokot yang perlu diperhatikan adalah pengaturan penyiraman. Tanaman ini relatif tahan terhadap kondisi kering setelah tumbuh dengan baik, tetapi tetap membutuhkan air untuk menunjang pertumbuhannya.
Jangan terpaku pada jadwal penyiraman yang sama setiap hari. Periksa kondisi media tanam terlebih dahulu. Jika bagian atas tanah mulai mengering, siram secukupnya hingga media lembap, lalu biarkan kelebihan air mengalir melalui lubang drainase.
Saat cuaca panas, media dalam pot kecil mungkin lebih cepat kering sehingga perlu diperiksa lebih sering. Sebaliknya, ketika hujan atau cuaca lembap, penyiraman bisa dikurangi.
Selain penyiraman, lakukan penyiangan dengan membuang rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman. Pangkas pula batang atau daun yang mengering agar pot tetap bersih dan pertumbuhan bunga tidak terganggu.
Pemeriksaan rutin juga membantu mendeteksi keberadaan serangga, siput, atau hewan lain yang berpotensi merusak daun dan batang.
7. Cegah Hama dengan Perawatan yang Tepat, Jangan Sembarangan Memberi Micin
Serangan hama menjadi salah satu masalah yang dapat mengganggu pertumbuhan bunga krokot. Daun yang berlubang, batang rusak, atau bagian tanaman yang habis dimakan bisa menjadi tanda adanya siput maupun serangga pemakan tanaman.
Salah satu cara mengurangi risiko serangan hama adalah menjaga kebersihan pot dan lingkungan sekitarnya. Buang daun yang membusuk, bersihkan gulma, serta hindari media tanam yang terus-menerus basah.
Siput dan bekicot dapat diambil secara manual ketika ditemukan. Kamu juga bisa memeriksa bagian bawah pot, terutama setelah hujan atau pada pagi hari, karena area lembap sering menjadi tempat persembunyiannya.
Sebagian orang menggunakan micin atau monosodium glutamat (MSG) yang ditaburkan ke tanah sebagai cara tradisional untuk merawat tanaman. Namun, micin bukan pestisida yang terbukti dapat mencegah hama pada bunga krokot. Penggunaan berlebihan juga dapat meningkatkan kadar garam pada media tanam dan berpotensi mengganggu akar.
Karena itu, sebaiknya jangan menjadikan micin sebagai cara utama untuk mengendalikan hama. Pilih metode yang sesuai dengan jenis hama dan gunakan produk pengendali hama hanya berdasarkan petunjuk pada label.
Cangkang telur yang dihancurkan juga kerap digunakan sebagai bahan tambahan media tanam. Namun, cangkang telur tidak dapat diandalkan sebagai penghalang efektif untuk semua jenis siput atau bekicot.
8. Berikan Pupuk Susulan agar Bunga Krokot Tetap Subur
Selain pupuk dasar, bunga krokot dapat diberi pupuk susulan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Gunakan kompos matang atau pupuk tanaman berbunga sesuai dosis yang dianjurkan pada kemasan. Pemupukan dapat dilakukan secara berkala dengan memperhatikan kondisi tanaman, kesuburan media, dan jenis pupuk yang digunakan.
Hindari memberikan pupuk terlalu banyak karena kelebihan unsur hara justru dapat mengganggu pertumbuhan akar. Untuk pupuk cair, larutkan sesuai petunjuk dan aplikasikan pada media tanam yang tidak terlalu kering.
Jika tanaman terlihat sehat, daunnya segar, dan bunga tumbuh secara teratur, pemupukan tambahan mungkin tidak perlu dilakukan terlalu sering.
Selain itu, pangkas bagian batang yang terlalu panjang atau kurang rapi jika diperlukan. Pemangkasan ringan dapat membantu mempertahankan bentuk tanaman sekaligus mendorong pertumbuhan tunas baru.
Bunga Krokot Mudah Ditanam, Cocok untuk Mempercantik Rumah
Cara menanam bunga krokot relatif sederhana sehingga cocok bagi pemula yang ingin mulai berkebun di rumah. Tanaman ini bisa diperbanyak melalui biji maupun setek batang, kemudian ditanam dalam pot kecil, pot gantung, atau langsung di taman.
Agar pertumbuhannya optimal, pastikan media tanam memiliki drainase yang baik, tanaman mendapatkan sinar matahari cukup, dan penyiraman dilakukan sesuai kondisi tanah.
Jangan lupa memeriksa tanaman secara rutin untuk mendeteksi hama sejak dini. Daripada mengandalkan micin yang efektivitasnya belum terbukti sebagai pengendali hama, utamakan kebersihan lingkungan, pemeriksaan daun, serta penanganan sesuai jenis hama.
Dengan tips merawat bunga krokot yang tepat, tanaman sederhana ini bisa menjadi penghias teras dan halaman rumah dengan warna bunga yang menarik.
Editor : Nur PramuditoSumber : Blooming Backyard