RADARSOLO.COM — Cuaca belakangan ini membuat aktivitas sehari-hari terasa kurang nyaman.
Terutama ketika pakaian yang dikenakan terasa tebal, lembap, dan gerah.
Karena itu, memilih bahan baju yang tepat menjadi salah satu cara untuk menjaga kenyamanan saat beraktivitas di tengah suhu udara yang tinggi.
Lantas, bahan baju apa saja yang nyaman digunakan saat cuaca panas?
Baca Juga: Pria Inisial Y Ternyata MC, Blak-Blakan Suara soal Video Call Ruben Onsu: Sebut Rekaman Asli!
Berikut beberapa jenis kain yang bisa dipertimbangkan.
1. Katun
Katun menjadi salah satu pilihan populer untuk pakaian sehari-hari, terutama ketika cuaca panas.
Bahan ini berasal dari serat alami kapas yang dikenal mampu menyerap kelembapan dan terasa nyaman saat bersentuhan dengan kulit.
Baca Juga: Dara Asal Wonogiri Wakili Indonesia di Asia Pacific Leaders Summit 2026: Boyong Juara 3 Asia Pasifik
Kaos berbahan katun cocok digunakan untuk kuliah, bekerja, hingga kegiatan santai.
Namun, katun juga dapat menahan kelembapan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk kering dibandingkan sejumlah bahan lain.
2. Katun Bambu
Katun bambu juga dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang mengutamakan tekstur kain lembut.
Teksturnya yang halus membuat bahan ini banyak digunakan untuk kaos dan pakaian sehari-hari.
Meski demikian, tingkat kesejukan dan kemampuan menyerap kelembapan bergantung pada proses produksi serta komposisi kainnya.
Baca Juga: Prilly Latuconsina Soroti Karhutla Kalimantan, Ajak Publik Berdonasi Bantu Warga Terdampak
3. Linen
Linen merupakan bahan kain yang dibuat dari serat tanaman rami (flax).
Kain ini dikenal memiliki karakter relatif ringan, sirkulasi udara yang baik, serta mampu menyerap kelembapan.
Baca Juga: Agen Perlinsos Bisa Menentukan Penerima Bansos? Ini Fakta dan Batas Kewenangannya
Karakteristik tersebut membuat linen cocok untuk kemeja, blus, celana, dan pakaian luar ruangan saat cuaca panas.
Kekurangannya, linen cenderung mudah kusut sehingga membutuhkan perhatian lebih dalam perawatan.
4. Rayon atau Viskosa
Rayon atau viskosa merupakan serat tekstil yang umumnya dibuat dari selulosa yang diolah kembali.
Bahan ini sering digunakan untuk blus, kemeja, rok, dan gaun karena teksturnya cenderung lembut serta memiliki jatuh kain yang mengikuti bentuk pakaian.
5. Modal
Modal merupakan jenis serat selulosa hasil regenerasi yang umumnya dibuat dari bubur kayu, seperti kayu beech.
Bahan ini dikenal memiliki tekstur lembut dan sering digunakan untuk kaos, pakaian santai, serta pakaian dalam.
Modal dapat menjadi pilihan bagi orang yang mengutamakan kelembutan dan kenyamanan kain.
Baca Juga: 8.523 Kopdes Merah Putih Terbentuk di Jateng, Menko Zulhas dan Gubernur Luthfi Tinjau Sukoharjo
6. Hindari Memilih Polyester Jika Mengutamakan Bahan Alami
Bagi konsumen yang ingin mengutamakan bahan alami, pakaian berbahan polyester bisa dikesampingkan sebagai pilihan utama.
Polyester merupakan serat sintetis yang umumnya dibuat dari polimer berbasis petrokimia.
Sejumlah kain polyester dapat terasa kurang nyaman bagi sebagian orang ketika panas dan lembap, terutama jika sirkulasi udara serta pengelolaan kelembapannya kurang sesuai.
Tips Tambahan agar Tidak Gampang Gerah
Selain jenis kain, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih pakaian untuk cuaca panas.
Pertama, pilih bahan yang ringan dan tidak terlalu tebal.
Kedua, gunakan pakaian dengan potongan yang cukup longgar agar memberikan ruang gerak dan sirkulasi udara.
Baca Juga: Situasi Keamanan Memanas, Kemenhaj Boyolali : Belum Ada Laporan Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi
Ketiga, pertimbangkan warna terang untuk aktivitas di bawah sinar matahari karena warna gelap cenderung menyerap lebih banyak energi matahari, meskipun hasilnya juga dipengaruhi jenis kain dan desain pakaian.
Terakhir, sesuaikan bahan dengan aktivitas. (Dini Nur Azizah)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo