Oleh Betty Mariana, S.P., M.Si. (Guru SMP Negeri 10 Prabumulih, Sumatera Selatan)
PLATFORM Merdeka Mengajar (PMM) memasuki usia setahun. PMM dikembangkan Kemendikbudristek sebagai ujung tombak Implementasi Kurikulum Merdeka. Sehingga guru mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka.
Platform ini juga disediakan untuk menjadi teman penggerak bagi guru dan kepala sekolah dalam mengajar, belajar, dan berkarya. Sehingga proses belajar bersama di kelas menjadi lebih kreatif, bermakna, dan berpusat pada murid. Selain itu PMM dapat digunakan sebagai sumber mengajar diselaraskan dengan kebutuhan siswa dan tujuan pembelajaran.
Berdasarkan laman guru.kemdikbud.go.id, terdapat beberapa menu di PMM yang dikelompokkan berdasarkan manfaatnya. Yakni Kurikulum Merdeka yang berisi informasi pengenalan prinsip dasar dan konsep pembelajaran paradigma baru yang berpusat pada murid, serta informasi penerapan kurikulum dengan mempelajari profil pelajar Pancasila dan capaian pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka. Selain itu pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka yang berisi kumpulan materi tentang Kurikulum Merdeka yang dipelajari secara mandiri melalui pelatihan mandiri.
Kedua Asesmen Murid, berisi kumpulan paket soal asesmen diagnostik berdasarkan fase dan mata pelajaran tertentu dan perangkat ajar yang memuat berbagai materi pengajaran untuk mendukung kegiatan belajar mengajar seperti bahan ajar, modul ajar, modul projek, atau buku teks.
Ketiga Pengembangan Diri, terdapat menu pelatihan mandiri yang memuat berbagai materi pelatihan agar dapat dilakukan secara mandiri, kapanpun dan dimanapun. Serta berisi informasi mengenai daftar komunitas belajar di seluruh Indonesia yang dapat digunakan guru untuk berbagi praktik baik, sarana belajar, dan berdiskusi dengan guru lainnya.
Keempat Mencari dan Berbagi Inspirasi. Terdapat menu video inspirasi yang berisi kumpulan video inspiratif yang dibuat oleh Kemendikbudristek dan para ahli. Lalu bukti karya yang berisi dokumentasi karya-karya guru untuk menggambarkan yang kinerja, kompetensi, serta prestasi yang dicapai selama menjalankan profesi guru maupun kepala sekolah. Selain itu Kumpulan Konten Unggulan, berisi konten-konten yang bisa menginspirasi dan menunjang profesi tenaga pendidik.
Topik-topik yang tersedia dapat dipilih dan disesuaikan waktu pengerjaannya dengan kesibukan guru. Pertama, topik Merdeka Belajar. Pada topik ini guru diajak memahami latar belakang pemikiran Ki Hajar Dewantara (bapak pendidikan nasional) yang menjadi landasan dikemukakannya kurikulum Merdeka. Pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara hendaknya menganut Sistem Among, yakni Ing Ngarsa Sung Tuladha (guru sebagai teladan), Ing Madya Mangun Karsa (guru sebagai pemberi semangat), dan Tut Wuri Handayani (guru sebagai pendorong murid untuk mandiri). Sistem ini menyatu dalam asas Trikon, yakni Kontinyu (kemajuan kebudayan merupakan keharusan sebagai lanjutan langsung dari kebudayaan itu sendiri), Konvergen (kebudayaan menuju arah kesatuan kebudayaan dunia atau kemanusiaan), dan Konsentris (kebudayaan harus mempunyai karakteristik dan sifat kepribadian sebagai pusat dalam lingkungan kebudayaan dunia atau kemanusiaan).
Kedua topik Kurikulum Merdeka. Kurikulum adalah pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum berperan sebagai pedoman dan acuan dalam pembelajaran, sedangkan fungsi kurikulum adalah memandu dalam proses belajar murid. Peran dan fungsi kurikulum dapat dioptimalisasikan dalam kerangka: mewariskan nilai dan budaya masyarakat yang relevan dengan masa kini, mengembangkan sesuatu yang dibutuhkan saat ini dan masa depan, serta menilai dan memilih sesuatu yanng relevan atau kontekstual sebagai kontrol sosial.
Mengapa Kurikulum Berubah? Perubahan zaman mengakibatkan perubahan pula pada kebutuhan murid agar pengembangan dirinya kini dan masa depan dapat terpenuhi. Kurikulum perlu diadaptasi sesuai transformasi pembelajaran paradigma baru yang menekankan pada penguatan kompetensi dan materi esensial atau bermakna. Desain kurikulum didasarkan pada kebutuhan murid dan disesuaikan dengan kondisi zaman, bersifat kompleks, dan multidimensi.
Terkait Kurikulum Merdeka dapat dipelajari di Platform Merdeka Mengajar. Berdasarkan pengalaman di sekolah; kolaborasi dengan rekan sesama guru di sekolah sangat dianjurkan (learning by duty) sehingga kendala atau kesulitan segera dapat diselesaikan bersama. (*)
Editor : Damianus Bram