Oleh : Nur Ashari,S.Ag.,M.PdI*)
MENGUTIP A.M.Bandi Utama (2011:1), pendidikan merupakan usaha sadar untuk memengaruhi peserta didik agar mampu mengembangkan dan aktualisasikan potensi yang dimiliki agar mampu menjalani hidup sebaik-baiknya. Potensi yang akan berkembang tergantung dari stimulus atau lingkungan yang memengaruhinya. Sebab itu, diciptakan lingkungan yang memungkinkan dalam bentuk pendidikan.
Sekolah sebagai penyelenggara pendidikan bertujuan mengembangkan sumber daya manusia melalui kegiatan pembelajaran. Tujuan pembelajaran bisa dicapai, salah satunya apabila guru dalam melaksanakan tugasnya mampu memilih strategi, metode, maupun media dalam mengajar dengan tepat, sehingga terlaksana pembelajaran yang efektif dan efisien serta siswa dapat menguasai materi dengan baik.
Menurut Djamarah (1996:6), salah satu strategi dasar penting sebagai pedoman melaksanakan strategi pembelajaran agar berhasil sesuai dengan yang diharapkan, untuk itulah diperlukan strategi pemilihan metode dan model pengajaran yang sesuai dengan kondisi siswa khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Di SMPN 2 Baturetno, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib disampaikan kepada siswa yang beragama Islam. Cakupan materi pendidikan agama islam di tingkat sekolah menengah cukup luas. Di antaranya, sejarah, ibadah, akhlak, Alquran, dan hadis, tajwid, fiqih.
Sebab itu, seorang guru PAI BP harus pandai dalam memilih strategi, model serta metode dalam menyampaikan materi pembelajaran. Tujuannya, agar siswa mampu menguasai materi, memahami, serta mampu mempraktikkan dengan benar dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertimbangan dan pemilihan metode pembelajaran selalu dilakukan oleh penulis, yang juga sebagai guru PAI BP di SMPN 2 Baturetno kelas IX A semester genap tahun pelajaran 2022/2023.
Penulis pada saat menyampaikan materi ”Iman pada Qodo dan Qodar” memilih menerapkan metode LC5E dan memanfaatkan video edukasi. Alasan pemilihan ini karena pada saat guru menyampaikan materi pertemuan pertama dijumpai beberapa siswa kurang semangat dalam belajar. Cenderung berbincang dengan teman saat guru menyampaikan materi.
Hal ini tentunya berdampak pada penguasaan materi serta nilai hasil belajar yang menurun. Saat guru mencoba memberikan pertanyaan kepada seluruh siswa kelas IX A dengan jumlah 28 anak, hanya 83 persen yang mampu menjawab dan mendapatkan nilai rata-rata 86 di atas KKM. Sedangkan sisanya 17 persen siswa belum menguasai materi, sehingga belum mampu meraih KKM.
Setelah dievaluasi, diperlukan kreativitas pembelajaran yang mudah dan menarik agar motivasi meningkat. Usaha penulis dengan menerapkan metode pembelajaran LC5E dan memanfaatkan video pembelajaran pada pertemuan kedua, sehingga hasilnya mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, inovatif, kreatif dan meningkatkan penguasaan materi, nilai serta sekarakter siswa.
Metode pembelajaran Learning Cycle 5E merupakan rangkaian tahap-tahap kegiatan (fase) yang diorganisasi sedemikian rupa, sehingga siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan jalan berperan aktif (Fajaroh & Dasna,2008:Wibowo et al,2010).
Learning cycle 5E berpusat pada siswa (student centered) dengan kegiatan yang memberikan dasar untuk observasi, pengumpulan data, analisis tentang kegiatan, peristiwa dan fenomena (Haribhai&Dhirenkumar,2012).
Video yang digunakan penulis merupakan video pembelajaran yang telah dibuat dengan mengambil dari berbagai sumber relevan dan disesuaikan dengan materi. Video ini telah dibuat semenarik mungkin agar dengan mudah bisa dilihat, dinikmati, dicermati dan dipahami, ditiru oleh siswa, sehingga tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal.
Langkah-langkah dalam pembelajaran yang telah diterapkan penulis yaitu, pertama, guru membuat dan menyiapkan video pembelajaran. Kedua, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai serta proses pembelajaran. Ketiga, fase engagement untuk menarik perhatian dan membangkitkan motivasi belajar guru memutar video pembelajaran yang telah disiapkan, kemudian memancing siswa dengan pertanyaan yang faktual dalam kehidupan sehari-hari sesuai topik yang dibahas.
Berikutnya keempat, fase exploration, siswa diberi tugas untuk aktif menguji prediksi dan hipotesis melalui alternatif yang diambil, mencatat, mengamati, dan mendiskusikan dengan guru sekaligus fasilitator. Kelima, fase explaination, guru mendorong untuk menjelaskan konsep dengan kalimat mereka sendiri dan mengarahkan siswa untuk menemukan istilah dari konsep yang dipelajari.
Keenam, fase elaboration, guru mengarahkan siswa untuk menerapkan konsep yang dipelajari, mencoba untuk membuat hubungan antar konsep dengan mencari contoh problem di lingkungan. Ketujuh, fase evalution, guru melakukan evaluasi dengan mendiagnosa pelaksanaan kegiatan belajar kemudian memberikan tugas untuk dikerjakan dan dikumpulkan tepat waktu.
Kedelapan, di akhir kegiatan, guru mengajak siswa untuk merangkum, memberi penguatan, motivasi dan apresiasi.
Pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran LC5E dan pemanfaatan video mampu menarik perhatian, sehingga motivasi seluruh siswa meningkat. Melalui langkah pembelajaran, semuanya terlibat aktif, sehingga mampu mendongkrak pengetahuan, pemahaman, karakter dan nilai hasil belajarnya.
Saat diadakan ulangan harian pada seluruh siswa kelas XI A dengan jumlah 28 anak, 100 persen semuanya mampu menguasai materi, sehingga hasilnya meningkat dari sebelumnya dengan mendapat nilai rata-rata 90 melampaui batas KKM. Peningkatan yang lain terlihat pada karakter disiplin beribadah, tanggung jawab dan toleransi. (*)
*) Guru PAI BP SMPN 2 Baturetno, Kabupaten Wonogiri
Editor : Tri Wahyu Cahyono