Oleh: Agustinus Joko Budiyanto, S.Ag,*)
PENDIDIKAN pada dasarnya merupakan suatu hal yang esensial dam kehidupan manusia, baik masa lalu, sekarang maupun masa yang akan datang.
Terlebih Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti menuntun dan memberikan penekanan pada pembentukan kedisiplinan karakter dan pembentukan iman terkhusus bagi siswa kelas 8 pada semester dua tahun ajaran 2022/2023 seperti sekarang ini, di mana dalam pembelajaran, peserta didik mendalami tentang makna beribadah berdoa dan membaca Alkitab yang menjadi dasar bagi peserta didik di dalam kehidupan baik dalam keluarga, sekolah, gereja maupun di dalam masyarakat.
Dalam penulisan ini Pendidikan Agama Katolik membimbing dan membentuk gererasi muda menjadi generasi yang disiplin dan bertanggung jawab.
Karena itu, dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik sangat perlu memperhatikan metode yang dapat dipakai dalam meningkatkan minat baca Alkitab dalam memahami dan mendalami pembelajaran yang dipelajari. Salah satu metodenya yang dapat dipakai adalah menggunakan flash card atau sering di sebut dengan istilah: media visual dengan kartu kata.
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2005:147), kartu adalah kertas tebal berbentuk persegi panjang yang digunakan untuk berbagai keperluan, sedangkan kata adalah unsur bahasa yang diucapkan atau yang dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa. Jadi kartu kata adalah kertas tebal yang tertuliskan unsur bahasa.
Sedangkan menurut Eka (2017: 65), flash card atau media kartu kata adalah metode yang digunakan untuk membantu meningkatkan daya ingat siswa.
Dalam hal ini, flash card atau kartu kata yang penulis maksudkan adalah suatu kartu kata yang bertuliskan kata-kata dari Alkitab yang digunakan sebagai media atau alat dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan minat baca peserta didik.
Melalui media flash card ini mampu memberikan pengaruh yang signifikan dalam membaca, menghafal, mengingat, mengerti, dan memahami serta mendalami materi pembelajaran, khususnya Pendidikan Agama Katolik di SMP Negeri 1 Wonogiri Tahun Pelajaran 2022/2023.
Azha Arsyad (2010:117-119) menjelaskan mengenahi langkah- langkah dalam pembelajaran dengan menggunakan flash card, yakni, pertama, guru menyampaikan kepada peserta didik tentang kompetensi yang ingin dicapai. Kedua, guru mengemukakan konsep yang akan ditanggapi oleh peserta didik.
Berikutnya ketiga, peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Keempat, kartu yang berisi gambar atau kata-kata dibagikan kepada peserta didik.
Menurut penulis dalam langkah-langkah Pembelajaran Agama Katolik melalui metode flash card sebagai berikut: menentukan kata-kata yang diajarkan, yaitu setia beribadah, berdoa dan membaca Alkitab; membuat kartu kata dari kertas.
Selanjutnya, membuat kartu dengan tulisan kata-kata dari dari dalam Alkitab merupakan materi ajar yang di tempel pada panel. Keempat, siswa membaca dan mendalami kata-kata yang yang telah disediakan di meja oleh guru.
Setelah menerapkan metode flash card dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik, yang berjumlah 15 siswa, menjadi aktif dalam mengikuti pembelajaran agama Katolik dan mampu mengubah dan meninggalkan pola pikir lama untuk senantiasa aktif dalam membaca dan mendalami Alkitab sebagai firman Tuhan, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di SMP Negeri 1 Wonogiri, Kabupaten Wonogiri.
Melalui metode ini, peserta didik mampu menyerap, serta mengerti bahwa segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki, kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (*)
*) Guru SMPN 1 Wonogiri, Kabupaten Wonogiri
Editor : Tri Wahyu Cahyono