Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Film Perjuangan Jenderal Sudirman sebagai Pembangkit Nasionalisme Siswa

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 3 Maret 2023 | 14:13 WIB
Photo
Photo

Oleh: Abdullah Syukur, S.Pd.*)


DALAM Kurikulum 2013, mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pembentukan pribadi untuk memahami serta melaksanakan hak dan kewajiban menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berperilaku sebagaimana yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.


Untuk itulah, di era globalisasi ini, bagian dari tugas dan peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah mengembangkan minat dan potensi peserta didik dalam kerangka kemampuan dan keterampilan belajar yang memadai.


Muara akhir dari mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah mencetak generasi yang terampil dan bermoral tinggi. Ruh dari pencapaian tujuan ini adalah terbangunnya masyarakat Indonesia seutuhnya.


Komponen yang terkait dalam dunia pendidikan meliputi keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, maupun pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk membangun manusia Pancasila.


Berbicara tentang konsep Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang diselenggarakan di sekolah harus dikemas sedemikian rupa agar berjalan secara efektif agar tercapai pengetahuan, keterampilan, serta sikap yang diharapkan.


Pada dasarnya, proses tersebut berperan sebagai inti dari proses pendidikan secara menyeluruh. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah permasalahan atau penghambat proses pembelajaran yang dihadapi siswa.


Salah satu persoalan tersebut dialami dalam kompetensi dasar 3.4. Mengevaluasi dinamika persatuan dan kesatuan banga sebagai upaya menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia di kelas XII MIPA 4 SMA Negeri 1 Baturetno, Kabupaten Wonogiri.


Siswa yang notabene adalah generasi muda yang terlahir jauh dari kemerdekaan Republik Indonesia, kurang mengerti bagaimana kiprah perjuangan pahlawan kemerdekaan bangsa. Mereka terlahir dalam kondisi Indonesia merdeka dan terjamin oleh segala fasilitas dan kemudahan yang ada. Dengan demikian greget mereka terbilang kurang untuk menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Hal ini merupakan tantangan bagi guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Guru harus kreatif dan inovatif dalam mengemas kegiatan pembelajaran di kelas. Semakin tinggi kreativitas dan inovasi yang dihadrikan guru, membuat peserta didik antusias untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar, sehingga akan tercipta pembelajaran yang berkualitas, menyusul hasil belajar yang memuaskan.


Terkait dengan membina persatuan dan kesatuan, fondasi yang harus dibangun pertama kali adalah rasa nasionalisme. Cara yang dipandang efektif adalah dengan mengemas pembelajaran melalui media film perjuangan.


Salah satu Film Perjuangan yang memiliki nilai nasionalisme adalah Jenderal Sudirman. Film menceritakan tujuh bulan perjalanan gerilya Jenderal Sudirman saat Kota Yogyakarta diserang Belanda dalam Agresi II, Desember 1948.


Film perjuangan ini disutradarai oleh Viva Westi dan dibintangi oleh Ibnu Jamil, Adipati Dolken, Lukman Sardi, Mathias Muchus, Nugie, Baim Wong, Landung Simatupan, Hengky Soelaiman, dan Annisa Hertami.


Dari cerita film Jenderal Sudirman tersebut, peserta didik kelas XII MIPA 4 SMA Negeri 1 Baturetno, Kabupaten Wonogiri tampak antusias menyimak setiap scene yang tersaji. Meski tidak mengalami berjuang, setidaknya mereka dapat mengambil nilai-nilai antara lain, nasionalisme, kebangsaan, optimisme, keberagaman, saling menghargai, kerukunan beragama dan lain-lain.


Selain itu, film ini juga mengingatkan peserta didik untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan membangun. Nilai-nilai tersebut dirasa penting dimiliki pemuda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa yang berkewajiban mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.


Dengan nilai-nilai tersebut, diharapkan peserta didik dapat memainkan peranan penting dalam pembangunan bangsa Indonesia lebih maju dan berkembang untuk ke depannya. (*)


*) Guru PPKn SMAN 1 Baturetno, Kabupaten Wonogiri

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Abdullah Syukur #Kabupaten Wonogiri #Guru PPKn SMAN 1 Baturetno #Pembangkit Nasionalisme Siswa #Film Perjuangan #Jenderal Sudirman