Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Metode Word Square Tingkatkan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran PAI

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 10 Mei 2023 | 14:12 WIB
Photo
Photo

Oleh: Emilia Aida Musthofa, SHI*)


SALAH satu masalah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas IX B SMP Negeri 3 Wonogiri pada semester 1 TP. 2022/2023 adalah minimnya keaktifan siswa dalam pembelajaran. Itu disebabkan guru masih menggunakan metode ceramah, sehingga banyak siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran.


Kondisi ini berdampak pada masih rendahnya prestasi siswa. Di masa sekarang lebih ditekankan pembelajaran yang melibatkan siswa, dalam artian banyak aktivitas yang dilakukan oleh siswa. Pendidik sebagai fasilitator harus memahami hal tersebut. Hal ini menjadi tantangan bagi guru untuk dapat menciptakan pembelajaran yang menarik, dan menyenangkan.


Mengatasi masalah tersebut perlu diupayakan tindakan agar keaktifan siswa pada pembelajaran PAI meningkat. Salah satunya adalah melaksanakan pembelajaran dengan metode word square. Penggunaan metode word square diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran tidak hanya didominasi oleh guru, tetapi siswa ikut terlibat secara fisik, emosional dan intelektual


Metode word squarez adalah model pembelajaran yang memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan kejelian dalam mencocokkan jawaban yang ada pada kotak-kotak kata (Andayani 2015). Implementasi metode word square dalam prosesnya dilakukan seperti sebuah permainan, sehingga dalam pelaksanaannya siswa belajar sambil bermain, namun yang sangat ditekankan tetap proses belajarnya.


Metode word square dapat digunakan untuk semua mata pelajaran. Guru dapat membuat sejumlah pertanyaan yang terpilih untuk dapat merangsang siswa berpikir efektif.


Menurut Istarani (2011), kelebihan model pembelajaran word square adalah kegiatan tersebut mampu mendorong siswa untuk memahami materi, melatih untuk disiplin, sikap teliti dan kritis, melatih siswa untuk teliti dalam mencari jawaban, merangsang siswa untuk berpikir efektif.


Adapun kekurangan dari metode word square adalah membuat kotak yang bervariasi membutuhkan kreativitas dari seorang guru, sering dijumpai antara kotak yang tersedia tidak sesuai dengan pertanyaan, membuat pertanyaan yang memerlukan jawaban membutuhkan kemampuan yang tinggi dari guru.


Mengatasi kelemahan pembelajaran metode word square dapat dilakukan dengan mengupayakan siswa sudah memahami materi yang dipelajari dan mengerti langkah-langkahnya, yakni pertama, menyampaikan materi sesuai dengan kompetensi sebelum melakukan kegiatan, Kedua, membagikan lembaran kegiatan. Ketiga, membaca setiap pertanyaan pada lembar soal dan menjawabnya. Ketepatan dalam menjawab setiap pertanyaan akan memudahkan siswa dalam mencari kata jawaban dari huruf-huruf yang ada pada lembar kotak-kotak jawaban.


Berikutnya keempat, mengarsir huruf-huruf yang ada pada kotak jawaban. Kelima, mencocokkan atau melakukan pemeriksaan terhadap jawaban dan kotak jawaban. Keenam, menarik kesimpulan, kegiatan untuk meluruskan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Ketujuh, menilai hasil pekerjaan siswa.


Hasil pembelajaran dengan metode word square memiliki dampak yang positif dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan tingkat keaktifan siswa. Peningkatan tersebut ditunjukkan adanya perubahan dalam keaktifan siswa.


Sebelum penggunaan metode word square, tingkat keaktifan siswa kelas IX B SMPN 3 Wonogiri masih rendah. Dari 32 siswa, hanya sekitar 14 siswa yang aktif (34,75 persen), sedangkan setelah penggunaan metode word square mengalami peningkatan siswa aktif menjadi 26 siswa (81.25 persen).


Dengan demikian penggunaan metode word square dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas IX B  SMPN 3 Wonogiri dalam pembelajaran PAI. (*)


 


*) Guru SMPN 3 Wonogiri, Kabupaten Wonogiri


 


Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Tingkatkan Keaktifan Siswa #Kabupaten Wonogiri #pembelajaran PAI #Emilia Aida Musthofa #Metode Word Square #Guru SMPN 3 Wonogiri