Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ranking Satu Tingkatkan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran PAI

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 25 Mei 2023 | 03:47 WIB
Photo
Photo

Oleh: Slamet Susilo MPd.I*)


PEMBELAJARAN yang asyik, menarik, menyenangkan, menantang, tidak monoton, dan mampu mengaktifkan keterlibatan siswa dalam belajar menjadi dambaan setiap guru. Namun kenyataan yang ada justru sebaliknya, dalam pembelajaran siswa asyik mengobrol dan bermain dengan temannya, cenderung pasif bahkan sampai ada siswa yang tertidur di kelas.


Salah satu faktor penyebabnya dimungkinkan karena guru cenderung berceramah dalam menyampaikan materi. Tidak bervariasi dan berinovasi dalam menggunakan strategi dan metode belajar, sehingga siswa merasa bosan dengan pembelajaran yang monoton.


Metode belajar dengan cara bermain dan berkompetisi menjadi alternatif dalam rangka meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar. Kuis ranking satu menjadi salah satu metode yang diterapkan di SMP Negeri 1 Selogiri kelas 8 E semester genap pada materi Iman kepada Nabi dan Rasul.


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kuis diartikan sebagai acara hiburan atau perlomban adu cepat menjawab pertanyaan atau cerdas cermat. Kuis bertujuan menumbuhkan motivasi dan semangat siswa dalam belajar melalui persaingan dan kompetisi yang sehat di antara siswa dalam mendapatkan nilai sebaik mungkin.


Persaingan atau kompetisi yang terjadi akan meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Sedangkan siswa yang aktif dalam pembelajaran adalah mereka yang terlibat secara langsung dan terus menerus baik intelektual maupun emosional, fisik maupun mental dalam kegiatan belajar.


Kuis ranking satu merupakan salah permainan atau kuis dan game show yang sempat ditayangkan di media televisi Trans TV pada 2010-2012. Dalam permainan ini, semua peserta saling berkompetisi dan bersaing menjadi yang terbaik (ranking 1). Sedangkan ranking satu dalam pembahasan ini merupakan jenis permainan atau game dengan cara menjawab pertanyaan secara tertulis di papan jawaban (whiteboard) menggunakan spidol yang mudah dihapus untuk menulis jawaban berikutnya.


Jawaban dapat pula ditulis di selembar kertas. Permainan game ranking satu merupakan bentuk permainan/game untuk meningkatkan dan menguji kemampuan siswa pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Dari segi kognitif bertujuan menambah dan memperkuat pengetahuan yang telah diperoleh siswa.


Secara afektif, permainan ini bertujuan mendidik dan menanamkan kebersamaan dan kolektifitas dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan secara psikomotorik, permainan ini memberikan keterampilan dalam bertindak cepat dan tepat dalam mengambil keputusan.


Keunggulan dari metode kuis ranking satu antara lain meningkatkan motivasi dan kompetisi, sehingga mendorong siswa semangat untuk belajar, mengukur pemahaman dan pengetahuan siswa terhadap materi yang sedang dipelajari.


Dalam pelaksanaan kuis ranking satu, ada beberapa tahapan dan peraturan yang harus dipatuhi semua siswa, yaitu: pertama, semua siswa wajib menjadi peserta permainan. Kedua, siswa diminta untuk mempelajari materi pelajaran yang akan dijadikan kuis secara mandiri.


Berikutnya ketiga, siswa wajib menjawab semua pertanyaan kuis benar atau salah dengan cara menuliskan jawaban benar ditulis dengan huruf B huruf kapital atau salah ditulis S huruf kapital di selembar kertas/white board. Keempat siswa mengangkat dan menunjukkan jawabannya secara serempak ketika diminta guru dengan hitungan tiga, dua, satu.


Kelima siswa yang menjawab pertanyaan dengan benar, maka ia akan melanjutkan permainan ke babak berikutnya, sedangkan siswa yang menjawab salah, maka ia akan gugur dan mengakhiri permainannya. Keenam, siswa yang melanggar peraturan yang sudah disepakati akan didiskualifikasi. Ketujuh permainan berakhir jika sudah terdapat pemenangnya, yakni tinggal satu siswa yang berhasil menjawab dengan benar. Maka kuis ini dinamakan kuis ranking satu karena tinggal menyisakan satu siswa sebagai pemenangnya.


Dalam proses pembelajaran dengan metode kuis ranking satu,  keaktifan siswa sangat jelas terlihat yang ditunjukkan dengan antusias, fokus dan semangat siswa dalam mendengarkan dan menjawab soal. Sehingga tidak ada lagi siswa yang mengobrol, asyik bermain, mengantuk ataupun tertidur di kelas.


Sebelum menerapkan metode kuis ranking satu, keaktifan siswa hanya mencapai 68 persen. Setelah menerapkan metode kuis ranking satu, tingkat keaktifan siswa bisa mencapai 96 persen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan kuis ranking satu sukses meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar. (*)


*) Guru PAI SMPN 1 Selogiri, Kabupaten Wonogiri


Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Tingkatkan Keaktifan Siswa #Kabupaten Wonogiri #pembelajaran PAI #Ranking Satu #Slamet Susilo #Guru PAI SMPN 1 Selogiri