KEMAMPUAN literasi pada abad 21 sangat berkaitan dengan kemampuan membaca. Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis (Henry Guntur Tarigan, 2008: 7). Hal terpenting dalam aktivitas membaca adalah memahami pesan yang disampaikan oleh penulis.
Memahami teks, utamanya teks dalam bahasa Inggris tidaklah mudah karena memerlukan penguasaan kosakata yang memadai. Hasil pretest kelas VIIA SMP Negeri 2 Eromoko tahun pelajaran 2022/2023 semester gasal pada materi teks deskripsi menunjukkan, keterampilan membaca siswa sangat rendah.
Hanya terdapat enam dari 28 siswa atau sekitar 21,42 persen siswa mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP), dengan nilai rata-rata kelas 38,20. KKTP yang ditetapkan untuk materi pemahaman teks deskripsi adalah 70.
Penyebab utama rendahnya keterampilan memahami bacaan adalah karena penguasaan kosakata yang rendah dan kurang memahami konteks kata/klausa/kalimat. Oleh sebab itu, agar dapat memahami teks siswa perlu meningkatkan penguasaan kosakata dan membiasakan diri menggunakan kosakata tersebut dalam konteks kalimat.
Strategi untuk meningkatkan penguasaan kosakata dan melatih siswa menggunakannya dalam konteks kalimat adalah melalui aktivitas membaca secara intensif dan berkesinambungan. Salah satu media yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan membaca adalah melalui penggunaan platform berbasis website yaitu ReadTheory.
ReadTheory adalah sebuah platform membaca bacaan berbahasa Inggris yang dilakukan secara daring melalui website readtheory.org. Setelah membuka website ReadTheory, siswa diminta mengerjakan pretest untuk menentukan level membacanya.
ReadTheory memberikan kuis sesuai dengan kemampuan tiap pengguna. Setelah siswa menyelesaikan sebuah kuis, mereka akan mendapatkan poin yang disebut Knowledge Point (KP). KP bertujuan untuk memotivasi siswa dan mendeskripsikan kemajuan capaiannya. Guru dapat memantau kemajuan membaca siswa dengan melihat skor pengetahuan atau knowledge points (KP), level kemampuan membaca atau grade level performance, jumlah kuis yang sudah diambil siswa atau quizzes taken, dan level lexile atau grade lexile performance
Langkah-langkah menggunakan ReadTheory dalam pembelajaran, yaitu: 1) guru dan siswa mengakses website readtheory.org, membuat akun dan melakukan registrasi. Guru menghubungkan akunnya dan akun siswa dengan menambahkan siswa secara manual, membagikan kode kelas atau memberikan alamat email yang digunakan kepada siswa; 2) siswa mengerjakan pretest untuk menentukan level; 3) siswa mengerjakan kuis sesuai alokasi waktu yang diberikan guru; 4) guru mendiskusikan beberapa bacaan bersama siswa; 5) guru memberikan penugasan kepada siswa untuk mengerjakan minimal 10 kuis dalam waktu seminggu di luar pembelajaran sebagai tugas terstruktur; 6) guru melakukan evaluasi dan refleksi bersama siswa.
Posttest dapat dilakukan setelah tiga kali pertemuan untuk mengetahui kemajuan belajar siswa. Dengan menggunakan ReadTheory siswa menjadi lebih aktif dan antusias mengerjakan kuis. Siswa lebih termotivasi untuk mengerjakan kuis lebih banyak karena terdapat reward dan level.
Nilai rata-rata kelas pada saat posttest meningkat menjadi 81,60 dari yang semula 38,20. Persentase ketuntasan meningkat dari 21,42 persen menjadi 85,71 persen dari 28 siswa.
Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa platform membaca online ReadTheory memberikan banyak keuntungan. Keuntungannya, antara lain platform ini praktis digunakan baik dari segi persiapan, pelaksanaan, maupun evaluasi, dapat dikerjakan kapan pun dan di mana pun.
Di samping itu, dengan adanya skor, level dan reward, siswa menjadi lebih termotivasi untuk mengerjakan kuis. Yang tidak kalah penting, terbukti platform ini bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan dan motivasi siswa dalam membaca. ReadTheory menjadikan pembelajaran bahasa Inggris lebih menarik dan menyenangkan. (*)
* Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 2 Eromoko, Wonogiri
Editor : Syahaamah Fikria