Oleh : Drs. Eko Wahyu Widiyanto*)
PENDIDIKAN tidak dapat dipisahkan dengan proses pembelajaran dimana guru mempunyai peran yang sangat penting dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Guru dituntut mampu mengajar dengan baik sehingga guru harus mampu melaksanakan proses pembelajaran dengan baik.
Dalam proses pembelajaran guru tidak hanya sebagai pembimbing atau fasilitator, tetapi guru harus kreatif dan inovatif dalam mengajar, mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan baik, sehingga tujuan pembelajaran tercapai maksimal.
Pemahaman dalam pembelajaran berpengaruh besar terhadap hasil pembelajaran. Jika siswa memahami materi pelajaran, siswa akan belajar dengan senang tanpa rasa beban. Pemahaman terhadap materi yang dimiliki siswa merupakan faktor yang dapat memengaruhi hasil belajarnya.
Apabila seseorang memiliki pemahaman yang tinggi, akan terus berusaha untuk lebih mendalami sampai yang diinginkannya tercapai. Dari permasalahan tersebut perlunya strategi pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan pemahaman siswa agar hasil belajar meningkat.
Pada pembelajaran PPKn materi Keberagaman Indonesia dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika kelas VII B semester 2 SMP Negeri 2 Ngadirojo tahun pelajaran 2022/2023 hasil belajar masih rendah. Siswa kesulitan memahami dan menguasai materi keberagaman Indonesia dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika karena materi tersebut tidak hanya memberi pengetahuan tetapi juga mengajar cara berpikir.
PPKn memiliki fungsi dan kepentingan untuk menerjemahkan berpikir tingkat tinggi dalam pemahaman materi pembelajaran di kelas. Dari hal tersebut, upaya guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan strategi pembelajaran kolaborasi Card Sort dan Team Quiz agar siswa lebih mudah memahami materi yang diajarkan.
Tujuan penulis menerapkan strategi pembelajaran kolaborasi Card Sort dan Team Quiz adalah untuk meningkatkan hasil belajar PPKn kelas VII B pada semester 2 di SMP Negeri 2 Ngadirojo tahun pelajaran 2022/2023 pada KD 3.4. Mengidentifikasi keberagaman suku, agama, ras, antar golongan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika
Menurut Silberman (2001:149), Card Sort merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, penggolongan sifat, fakta tentang suatu objek, atau mengulangi informasi. Gerakan fisik yang diutamakan dapat membantu untuk mem-berikan energi kepada kelas yang telah letih.
Sementara itu Silberman (2009:175) menuturkan, strategi pembelajaran Team Quiz adalah Teknik untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa atas apa yang mereka pelajari dengan cara yang menyenangkan dan tidak mengancam atau tidak membuat mereka takut.
Langkah-langkah strategi pembelajaran kolaborasi sebagai berikut: pertama, berilah masing-masing peserta didik kartu indeks yang berisi informasi atau contoh yang cocok dengan satu atau lebih kategori. Tipe pohon yang berganti daun dengan pohon yang daunnya selalu hijau.
Kedua, mintalah peserta didik untuk berusaha mencari temannya di ruang kelas dan menemukan orang yang memiliki dengan kategori sama (Anda bisa mengumumkan kategori tersebut sebelumnya atau biarkan peserta mencarinya). Ketiga, biarkan peserta didik dengan kartu kategori yang sama menyajikan sendiri kepada orang lain. Keempat, selagi masing-masing kategori dipresentasikan, buatlah beberapa poin mengajar yang Anda rasa penting.
Kelima, perintahkan tim A (kategori pertama) untuk menyiapkan kuis jawaban singkat. Kuis tersebut harus sudah siap dalam 5 menit. Tim B (kategori kedua) dan tim C (kategori ketiga) menggunakan waktu itu untuk memeriksa catatan mereka.
Keenam, tim A (kategori pertama) memberi kuis kepada anggota tim B (kategori kedua). Jika tim B tidak dapat menjawab satu pertanyaan, tim C (kategori ketiga) segera menjawabnya. Ketujuh, tim A mengarahkan pertanyaan berikutnya kepada anggota tim C, dan mengulang proses tersebut.
Kedelapan, ketika kuisnya selesai lanjutnya dengan segmen kedua dari pelajaran Anda dan tunjuklah Tim B sebagai pemandu kuis. Kesembilan, setelah tim B menyelesaikan kuisnya, lanjutkan dengan segmen ketiga dari pelajaran Anda, dan tunjuklah tim C sebagai pemandu kuis. Dengan strategi pembelajaran kolaborasi Card Sort dan Team Quiz dapat memberikan kemudahan memahami materi, sehinga hasil belajar siswa meningkat.
Peningkatan hasil pembelajaran dibuktikan pada awalnya nilai rata-rata kelas hanya 67,8. Dari 32 siswa, hanya ada sembilan siswa (28,1 persen) yang memahami dalam mengikuti materi pembelajaran PPKn. Dalam hal ini berarti ada 23 (71,9 persen) yang kurang memahami materi pembelajaran PPKn, yang mendapatkan nilai 79-85 sebanyak 10 siswa (31,25%) dan belum ada siswa yang meraih nilai di atas 86-100.
Setelah dilakukan pembelajaran dengan model pembelajaran kolaborasi Card Sort dan Team Quiz, nilai rata-rata menjadi 85,38. Nilai dari 32 siswa semua sudah di atas KKM dengan nilai lebih dari 78 (100 persen). Siswa yang mendapatkan nilai 79-85 sebanyak 24 siswa (75 persen) yang mendapatkan nilai 86-92 sebanyak 5 siswa (15,62 persen) dan mendapatkan nilai 93-100 sebanyak 3 siswa (9,38 persen).
Dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran kolaborasi Card Sort dan Team Quiz dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil pembelajaran PPKn pada materi Keberagaman Indonesia dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Pemahaman siswa meningkat terhadap materi yang diajarkan di kelas. (*)
*) Guru SMPN 2 Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri
Editor : Tri Wahyu Cahyono