CDC sedang mendalami kasus peradangan jantung, terutama pada pemuda selama berbulan-bulan. Kementerian Kesehatan Israel awal Juni ini mengatakan telah menemukan kaitan antara kasus seperti itu dan vaksin Covid-19 Pfizer.
“Selama pertemuan komite, CDC akan menyajikan rincian lebih dari 300 kasus terkonfirmasi miokarditis dan perikarditis yang dilaporkan ke CDC dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) di antara 20 juta lebih remaja dan dewasa muda yang divaksin di AS,” kata Direktur CDC Rochelle Walensky saat konferensi pers Gedung Putih, pekan lalu.
CDC mengaku masih mengevaluasi risiko dari kondisi tersebut dan tidak mengonfirmasi hubungan kausal antara keduanya. Namun CDC mengatakan, jumlah pemuda yang lebih tinggi dari perkiraan telah mengalami peradangan jantung setelah dosis kedua vaksin Covid-19 mRNA, dengan lebih dari setengah kasus dilaporkan pada usia 12-24 tahun.
Komite Penasihat untuk Praktek Imunisasi (ACIP) akan membahas manfaat vaksin Covid-19 versus risiko potensial pada remaja dan dewasa muda dari kondisi jantung tersebut, menurut agenda CDC.
Kendati pejabat kesehatan di Israel telah menetapkan bahwa terdapat kemungkinan kaitan antara vaksin dan peradangan jantung, kekhawatiran soal varian Covid-19 Delta mendorong negara tersebut untuk mendesak warga berusia 12-15 agar divaksin.
Pfizer, yang mengantongi izin penggunaan vaksin pada usia 12 tahun di Amerika, sebelumnya mengatakan, tidak mengamati tingkat peradangan jantung yang lebih tinggi daripada yang biasanya diharapkan di masyarakat umum.
Moderna mengatakan, tidak dapat mengidentifikasi hubungan kausal antara kasus peradangan jantung dan vaksin buatannya.
Menurut data CDC, hingga Senin pekan ini lebih dari 138 juta warga Amerika telah mendapatkan dosis lengkap dari dua vaksin mRNA tersebut. (Antara) Editor : Syahaamah Fikria