Dalam cuplikan wawancara tersebut, dia menekankan bahwa dunia membutuhkan orang-orang hebat untuk fokus merawat dan membenahi Bumi, daripada memikirkan untuk keluar mencari tempat yang lain.
Diketahui bahwa bintang Star Trek, William Shatner melakukan perjalanan ke luar angkasa bersama tiga orang lainnya dengan perusahaan Blue Origin, penerbangan luar angkasa Amerika milik Jeff Bezos.
Ini menjadi yang kali keenam tahun ini bagi Blue Origin membawa klien pribadi, sejak perusahaan yang didukung para miliarder berebut untuk menormalisasi peluncuran manusia ke luar angkasa. Dengan membawa dua klien yang membayar, wisata ke luar angkasa juga menandai awal bagi Blue Origin untuk memulai bisnis pariwisata ruang angkasa.
Hal ini juga menjadi terobosan awal bagi Blue Origin dalam persaingan bisnis pariwisata ruang angkasa dengan Virgin Galactic milik Richard Branson. Belum lagi, baru-baru ini Jeff Bezos terlibat perselishan dengan rivalnya yang juga memiliki proyek terkait ruang angkasa, Elon Musk.
Meski mampu mendaratkan seluruh awak pesawat dengan selamat, Jeff Bezos mendapat kritik dari berbagai pihak. Sejumlah kontroversi bahkan dimulai dari internal perusahaannya Amazon.
Ditambah dengan proyek wisata ke luar angkasa ini yang dinilai belum tepat dalam waktu pelaksanaannya. Serupa dengan bos Amazon, Richard Branson dan Elon Musk pun tak luput dari kritik atas proyek wisata ruang angkasa tersebut.
Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB 21 September, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan, miliarder yang berapi-api ke luar angkasa sebagai salah satu gejala meningkatnya ketidakpercayaan masyarakat dunia terhadap pemeritah dan lembaga lainnya.
“Pada saat yang sama, penyakit lain menyebar di dunia kita saat ini: penyakit ketidakpercayaan,” katanya, setelah menyebut pandemi dan krisis iklim.
Itu termasuk, katanya, ketika orang melihat miliarder yang sangat antusias ke luar angkasa sementara jutaan orang kelaparan di bumi.
Meski tidak menyebutkan nama secara khusus, komentarnya mengacu kepada para miliarder pendiri perusahaan yang menyediakan jasa wisata luar angkasa seperti Blue Origin dan Virgin Galactic. Namun, tidak ada perusahaan yang menanggapi komentar Guterres tersebut.
Sementara dalam serial dokumenter Netflix Countdown: Inspiration 4 Mission to Space, Elon Musk menjawab pertanyaan tentang mengapa beberapa pihak ingin mencari jalan ke luar angkasa, sedangkan di Bumi masih terdapat banyak masalah yang perlu diselesaikan.
“Sekitar 99 persen atau lebih dari ekonomi kita seharusnya didedikasikan untuk memecahkan masalah di Bumi, tapi mungkin sekitar 1 persen atau kurang dapat digunakan untuk memperpanjang kehidupan di luar Bumi. Pikirkan tentang masa depan di mana kita adalah peradaban penjelajah luar angkasa dan spesies multi-planet, itu adalah masa depan yang menarik dan menginspirasi. Jika hidup hanya tentang masalah, maksud saya, mengapa, apa gunanya hidup?” papar Elon. (mgd/ria)
Editor : Syahaamah Fikria