Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Irak Ancam Putus Hubungan Diplomatik dengan Swedia, Jika Pembakaran Alquran Terjadi Lagi

Syahaamah Fikria • Sabtu, 22 Juli 2023 | 02:20 WIB

Pengunjuk rasa yang tergabung dalam komunitas Muslim Malang Bergerak membawa poster saat berunjuk rasa mengecam aksi pembakaran kitab suci Alquran yang dilakukan oleh politisi asal Swedia Rasmus Paludan pada Januari lalu. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Pengunjuk rasa yang tergabung dalam komunitas Muslim Malang Bergerak membawa poster saat berunjuk rasa mengecam aksi pembakaran kitab suci Alquran yang dilakukan oleh politisi asal Swedia Rasmus Paludan pada Januari lalu. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

RADARSOLO.COM - Ancaman serius disampaikan Irak terkait kasus pembakaran Alquran yang terjadi di Swedia, beberapa waktu lalu. Irak mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Swedia jika tindakan penistaan Alquran terulang kembali di negara itu.

"Pemerintah Irak sudah memberitahu pemerintah Swedia melalui jalur diplomatik bahwa terulangnya insiden pembakaran kitab suci Alquran di tanah Swedia akan membuat hubungan diplomatik kedua negara terputus," kata kantor Perdana Menteri Mohammed Shia Al Sudani lewat Twitter.

Pernyataan itu disampaikan setelah pada Kamis (20/7) pagi waktu setempat, demonstran Irak menyerbu Kedutaan Besar Swedia di Baghdad. Kemudian melakukan pembakaran sebagai tindakan pembalasan atas pembakaran Alquran di Swedia.

Aksi para pengikut ulama Syiah Muqtada al-Sadr itu terjadi, setelah Salwan Momika yang dikawal polisi membakar salinan Alquran di depan Mesjid Stockholm di Swedia, bulan lalu. Tindakan pembakaran Alquran itu dikecam negara-negara Islam.

Kementerian Luar Negeri Swedia mengecam serangan terhadap kedutaan besarnya di Baghdad dengan menyebutnya sebagai "pelanggaran serius" terhadap Konvensi Wina. (antara/ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#swedia #pembakaran alquran #hubungan diplomatik #irak