Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jepang dan Amerika Kerja Sama Kembangkan Rudal Jenis Baru Pencegat Rudal Hipersonik

Syahaamah Fikria • Selasa, 15 Agustus 2023 | 02:07 WIB
Fregat Rusia Admiral Gorshkov dengan rudal jelajah hipersonik Tsirkon.
Fregat Rusia Admiral Gorshkov dengan rudal jelajah hipersonik Tsirkon.

RADARSOLO.COM - Jepang dan Amerika Serikat jalin kerja sama untuk kembangkan rudal jenis baru untuk mencegat rudal hipersonik. Diketahui, proyektil hipersonik kini tengah dikembangkan sejumlah negara, seperti Korea Utara, China dan Rusia.

Kerja sama tersebut rencananya akan disepakati saat pertemuan bilateral Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Presiden AS Joe Biden di Camp David dekat Washington pada Jumat depan. Ini akan jadi pengembangan rudal pencegat bersama antara kedua negara. Setelah sebelumnya Amerika Serikat mengembangkan Rudal Standar-3Block 2A, penerus SM-3 Block 1A.

Kesepakatan dua negara untuk mengembangkan rudal jenis baru ini adalah upaya meningkatkan kemampuan pencegahan aliansi, sebagai tanggapan atas uji rudal Korea Utara yang telah beberapa kali dilakukan. Selain itu, juga sebagai respons atas aktivitas militer Beijing yang semakin intens di wilayah Indo-Pasifik, termasuk latihan gabungan dengan Moskow.

Rudal jenis baru yang dikembangkan Jepang dan Amerika Serikat akan didesain untuk menjatuhkan rudal hipersonik sebelum fase mendarat. Diketahui, rudal hipersonik dapat mencapai kecepatan tertinggi 5 Mach, lima kali lebih cepat dari kecepatan suara, sulit ditembak jatuh dan dilacak dengan radar. Beberapa jenis rudal hipersonik mampu terbang dalam lintasan tidak teratur, hanya beberapa saat sebelum mendarat untuk menangkis pencegat.

Jepang awalnya berencana mengatasi ancaman senjata hipersonik dengan meningkatkan pasukan bela diri darat jarak menengah tipe-03, peluru kendali darat ke udara, yang target utamanya pesawat tempur, serta gunakan rudal pencegat-6 standar pasukan bela diri maritim.

"Namun, akibat pencegat SDF ini ditujukan untuk menembak senjata musuh saat fase pendaratan, Jepang perlu memiliki kemampuan untuk menembak jatuh mereka saat mereka meluncur," kata sumber dari pemerintah.

Sementara itu, Amerika Serikat telah memulai pengembangan pencegat yang ditembakkan oleh perusak Aegis untuk mengenai senjata hipersonik dalam fase meluncur. "Hal ini kemungkinan berkaitan dengan proyek bilateral yang dilaksanakan," kata sumber itu.

Dalam pertemuan di Tokyo pada Juni lalu, Menteri Pertahanan Yasukazu Hamada dan Menhan AS Lloyd Austin berjanji untuk meningkatkan kerja sama dan pengembangan bersama rudal pencegat untuk melawan teknologi hipersonik. (antara/ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#korea utara #rudal hipersonik #jepang #amerika serikat #rudal