RADARSOLO.COM - Orang Amerika saat ini tengah bersiap-siap untuk menerima vaksin Covid versi terbaru. Akan tetapi, beberapa minggu setelah peluncuran, beberapa orang mengatakan mereka masih kesulitan mendapatkannya.
Pencari vaksin juga mengaku terkejut dengan permintaan pembayaran di muka sebesar 150-200 US Dollar atau setara 2,3-3,1 juta Rupiah untuk penggunaan vaksin Covid versi terbaru tersebut.
Hal ini karena pemerintah Amerika Serikat telah mengalihkan pemberian vaksin kepada perusahaan swasta, termasuk produsen vaksin, apotek, dan perusahaan asuransi, untuk menangani distribusi, administrasi, dan pembayaran.
Banyak orang Amerika yang ingin mendapatkan vaksinasi setelah kasus Covid-19 melonjak di seluruh negeri pada bulan September.
Seperti dilansir dari JawaPos.com, berdasarkan data dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat, sekitar 4 juta orang menerima vaksin Pfizer/BioNTech atau Moderna yang diperbarui pada bulan September, dan 12 juta dosis telah diberikan.
Pemerintah Amerika Serikat telah merekomendasikan agar setiap orang yang berusia 6 bulan ke atas di negara tersebut mendapatkan vaksin.
Kate MacDowell, seorang pengusaha berusia 50 tahun yang tinggal di Portland, Oregon, mengatakan penyedia layanan kesehatannya, Kaiser Permanente, membatalkan janji vaksinasi dan dia tidak dapat menerima vaksin lagi selama hampir sebulan.
Seperti dilansir dari Reuters, Kate dan suaminya membatalkan perjalanan ke luar negeri pada akhir September karena tidak dapat menemukan vaksin.
"Dulu meskipun langka, Anda bisa menemukan beberapa tempat yang bisa datangi untuk mendapat vaksin," kata MacDowell.
"Ada pemerintah federal atau departemen kesehatan daerah yang meminta Anda untuk segera mendapat vaksin, dan sekarang itu tidak mungkin,” lanjutnya.
Pemerintah Amerika Serikat pada bulan Mei lalu, mengakhiri deklarasi darurat kesehatan masyarakat COVID, yang mana mereka membeli vaksin dan menyediakannya bagi semua warga negaranya secara gratis.
Selain sulitnya mendapatkan vaksin COVID terkini, peraturan negara bagian untuk memvaksinasi anak kecil juga sangat bervariasi.
James Daily, seorang pengembang perangkat lunak berusia 43 tahun dari Readington, New Jersey, bulan lalu membayar hampir 600 USD, setara dengan 9,3 juta Rupiah, untuk dirinya sendiri, istri, dan putri sulungnya.
Sementara itu, dia mengaku sangat kesulitan menemukan vaksin untuk putrinya. (mg19)
Editor : Damianus Bram