RADARSOLO.COM - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengonfirmasi tidak ada serangan Israel yang diarahkan ke Markas Kontingen Garuda (TNI) untuk Pasukan Sementara PBB, UNIFIL di Lebanon selatan.
Hal ini disampaikan Juru Bicara Kemenlu Lalu Muhamad Iqbal. Menyusul kabar terkait peningkatan serangan antara Israel dan kelompok Hizbullah di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.
“Seluruh anggota Kontingen Indonesia dalam kondisi aman,” kata Iqbal melalui pesan singkatnya, Kamis (26/10), dilansir dari Antara.
Saat ini, terdapat 1.200 anggota Kontingen Garuda (TNI) yang bertugas di Pasukan Sementara PBB (UNIFIL) di Lebanon. Wilayah tugas mereka di Lebanon selatan, yakni sepanjang perbatasan darat dan laut Lebanon-Israel.
Iqbal memastikan bahwa Kontingen Indonesia sudah memiliki rencana cadangan jika kondisi keamanan semakin memburuk.
Sebelumnya, Presiden Israel Isaac Herzog memperingatkan bahwa Lebanon akan menanggung akibat jika kelompok militan yang menguasai selatan negara itu, Hizbullah, ikut menyerang wilayahnya sama seperti kelompok Hamas Palestina.
Pernyataan itu diutarakan Herzog saat Hizbullah sempat melancarkan serangan udara ke wilayah Israel hingga memicu aksi saling serang. Serangan itu pun terjadi di tengah negara Zionis yang masih berperang dengan Hamas Palestina.
Menurut Herzog, Lebanon tidak bisa merasa tak bersalah dan pura-pura tidak tahu jika Hizbullah terus melancarkan serangan ke Israel. Dia menuding Hizbullah “bermain api” dengan Israel sejak perang Israel dan Hamas pecah kembali pada 7 Oktober lalu.
Tak lama setelah itu, Hizbullah turut menyerang wilayah Israel. Pasukan Israel pun balas menggempur kelompok itu. Hingga sekarang konflik perbatasan di selatan Lebanon dan Israel juga memanas.
"Kami tidak ingin terjadi konfrontasi di perbatasan utara kami atau dengan siapa pun," kata Herzog.
Di lain pihak, pemerintah Lebanon mengklaim tidak ingin berperang dengan Israel. Namun, ancaman dari Israel dengan menggempur pos Hizbullah terus terjadi. (antara/ria)
Editor : Syahaamah Fikria