Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Malaysia Akui Dapat Ancaman Amerika lantaran Tak Mau Menganggap Hamas sebagai Teroris

Syahaamah Fikria • Rabu, 1 November 2023 | 06:49 WIB

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan jawaban di sidang parlemen di Kuala Lumpur, Selasa (31/10/2023).
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan jawaban di sidang parlemen di Kuala Lumpur, Selasa (31/10/2023).

RADARSOLO.COM - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengakui mendapat tekanan dan ancaman dari Amerika Serikat. Pasalnya, negara tersebut menolak untuk menentang maupun menganggap Hamas sebagai teroris.

Anwar Ibrahim dalam sidang parlemen di Kuala Lumpur mengatakan, Duta Besar Malaysia di Washington DC telah dipanggil oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Dalam pemanggilan tersebut, Departemen Luar Negeri AS mempertanyakan keputusan Malaysia mengenai masalah Arab-Israel, khususnya kekerasan Israel terhadap Gaza.

“Dan duta besar kita dengan tegas menyatakan posisi kita,” kata Anwar, Selasa (31/10), dilansir dari Antara.

Tekanan lain juga dirasakan saat Kementerian Luar Negeri Malaysia menerima démarche (permohonan perantaraan) dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuala Lumpur, bahkan sebanyak dua kali. Yakni pada 13 Oktober dan 30 Oktober.

“Meminta agar negara tidak meneruskan pendirian, terutama penolakan kita untuk menganggap Hamas sebagai organisasi teroris,” ujar Anwar.

Hal itu telah dijawab dalam aksi Himpunan Malaysia Bersama Palestina yang digelar di Stadion Axiata Arena Bukit Jalil, belum lama ini.

Saat itu, Anwar Ibrahim menegaskan bahwa Malaysia tetap pada pendiriannya, atas pertimbangan kemanusiaan, dengan menganggap invasi yang dilakukan Israel ilegal dari sudut pandang hukum dan kaidah internasional.

"Politik dan kekacauan yang terjadi di Gaza bukan terjadi pada bulan lalu, hal itu telah berlangsung selama beberapa dekade, dan sejak tahun 1948," kata Anwar.

Oleh karena itu, tegas dia, mengesampingkan segala kekerasan dan agresi, penjajahan Israel di wilayah Arab dan Palestina tidak dapat dimaafkan.

Anwar lalu membandingkan sikap negara barat yang menganggap apa yang dilakukan Rusia di Ukraina sebagai agresi. Namun ketika Israel menjajah wilayah Palestina selama puluhan tahun, hal itu dianggap sah dan tidak ditentang oleh mereka. Termasuk oleh Amerika Serikat.

Lebih lanjut, kata dia, Nelson Mandela dan Kongres Nasional Afrika selama puluhan tahun dianggap oleh negara-negara barat sebagai organisasi teroris. Padahal, menurut Anwar, yang mereka lakukan adalah tindakan melawan kebrutalan apartheid yang menjadi penjajah di Afrika Selatan.

Ia mengatakan apa yang dilakukan badan-badan tersebut, termasuk Hamas, adalah memprotes pendudukan Israel dan kekerasan terhadap Palestina, khususnya Gaza.

“Jadi pandangan kami konsisten,” tegas Anwar menjawab pertanyaan Anggota Parlemen Pulai Suhaizan Kaiat. (antara/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#ancaman #malaysia #amerika serikat #hamas #palestina