RADARSOLO.COM - Dr Mueen Al Shurafa, dokter spesialis anestesi asal Palestina yang meninggal akibat kekejaman serangan Israel, diketahui tak sempat ikut wisuda dan mengambil ijazahnya usai lulus dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
Kepala Program Studi PPDS Anestesiologi dan Reanimasi FK Universitas Sebelas Maret (UNS) periode 2015-2019, Dr Purwoko, dr, Sp An KAKV KAO mengatakan, dr Mueen Al Shurafa datang ke Indonesia dengan sembilan rekan lainnya dari Palestina.
Dia juga mengajak serta keluarganya.
Kemudian, dr Mueen kembali ke Gaza, Palestina pada Agustus 2018. Bertepatan saat perbatasan Rafah, Gaza sedang dibuka.
“Sebenarnya wisuda beliau itu September, tapi beliau bilang tidak bisa nunggu karena lebih mementingkan bisa pulang ke sana (Palestina) dari pada ikut wisuda dan mengambil ijazahnya,” ungkap Dr Purwoko kepada Radarsolo.com.
Sebab, memang hanya ada satu jalur yang bisa digunakan dr Mueen dan keluarga untuk pulang ke Gaza, Palestina. Yakni lewat gerbang Rafah.
Purwoko mengatakan, perbatasan Rafah dibuka secara tidak menentu. Ditambah adanya konflik di Gaza yang membuat mobilisasi menjadi tidak mudah.
“Beliau itu juga bawa anaknya enam. Jadi kalau mau pulang ke Gaza juga tidak bisa seenaknya. Makna kebetulan waktu itu Rafah dibuka, beliau memutuskan untuk segera pulang ke negaranya," kata dia.
Dokter Mueen sebenarnya juga memiliki niat mulia, ingin membagikan ilmu-ilmu yang dia dapat di Indonesia untuk para dokter di Gaza.
Namun, niat baik tersebut belum sempat terlaksana lantaran waktunya habis untuk bekerja.
“Itu belum terlaksana, karena di Gaza saat beliau datang sampai terakhir itu, beliau bekerja di rumah sakit terus tanpa henti," ungkap Purwoko.
"Setiap hari ada 10-12 (operasi) caesar, dan bahkan beliau sering minta tolong saya untuk dicarikan jurnal tentang anestesi. Karena mungkin di sana informasinya jauh lebih sulit dibandingkan di sini,” imbuh dia.
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UNS, Prof Dr Reviono, dr, Sp P(K) menyampaikan, sebagai alumni UNS, dr Mueen Al Shurafa tetap menjadi bagian dari kampus UNS.
Dokter Mueen juga telah mengabdikan ilmu dan dirinya di tengah masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan darma bakti tenaga kesehatan untuk negaranya.
“Sebagai alumni dr Mueen sudah mendarmabaktikan dirinya untuk negaranya,” tandas dia. (ian/ria)
Editor : Syahaamah Fikria