Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Hamas Palestina dan Israel Sepakat Gencatan Senjata Pekan Ini, Kesempatan Masuknya Bantuan dan Pembebasan Para Sandera

Syahaamah Fikria • Kamis, 23 November 2023 | 06:03 WIB
Gambaran situasi mencekam serangan Israel terhadap Palestina.
Gambaran situasi mencekam serangan Israel terhadap Palestina.

RADARSOLO.COM - Hamas Palestina telah menyatakan sepakat dengan pemerintah Israel untuk melakukan gencatan senjata, yang diperkirakan berlangsung pekan ini.

Kesepakatan gencatan senjata itu disambut baik oleh pemerintah Indonesia, yang sedari awal mengecam keras serangan Israel ke Palestina.

“Indonesia secara konsisten menyerukan pentingnya penghentian kekerasan secara berkelanjutan guna membuka akses bagi bantuan kemanusiaan secara luas ke Gaza, termasuk bantuan dari pemerintah dan rakyat Indonesia,” tulis Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI melalui platform X, Rabu (22/11), dilansir dari Antara.

Kesepakatan gencatan senajata itu diharapkan dapat membuka peluang menghentikan konflik secara permanen. Dan selanjutnya dimulai pembahasan terkait perdamaian yang menyeluruh dan adil.

Indonesia juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya mediasi yang diprakarsai oleh Qatar, berkoordinasi dengan Mesir dan Amerika Serikat.

“Selama jeda kemanusiaan tersebut, Kemenlu akan terus memonitor kondisi tiga WNI yang bekerja di RS Indonesia di Gaza,” kata Kemenlu.

Tiga WNI yang saat ini bekerja sebagai relawan Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara tersebut, sebelumnya dikabarkan ditangkap pasukan Israel (IDF).

Yakni menyusul serangan Israel di Rumah Sakit Indonesia, yang telah menewaskan 12 orang.

Namun, pihak Kemenlu telah mengonfirmasi jika kondisi tiga relawan WNI itu aman dan kini berada di Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara. Mereka juga bersiap untuk dievakusi ke tempat yang lebih aman di Gaza selatan.

Adapun sebelumnya, Hamas dan Israel telah bersepakat untuk melakukan gencatan senjata selama empat hari.

Jeda kemanusiaan ini guna pembebasan sandera dan mengizinkan bantuan kemanusiaan agar bisa masuk ke Gaza.

Berdasarkan perjanjian tersebut, 50 warga Israel yang ditahan Hamas akan dibebaskan dengan imbalan pembebasan 150 tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel.

Sumber politik Israel kepada lembaga penyiaran publik KAN menyatakan, Hamas akan membebaskan semua sandera berkewarganegaraan Israel.

Serta menyepakati masuknya 300 truk berisi bantuan kemanusiaan, termasuk bahan bakar ke Jalur Gaza.

Perjanjian tersebut juga memungkinkan gencatan senjata diperpanjang. Dan kemungkinan pembebasan lebih banyak anak maupun perempuan yang ditahan oleh Hamas maupun Israel.

Kesepakatan tersebut diperkirakan mulai berlaku Kamis atau Jumat pekan ini, menurut laporan stasiun televisi Israel. (antara/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#gencatan senjata #kemenlu #Israel #gaza #hamas #palestina #rumah sakit indonesia