RADARSOLO.COM - Hamas mengajak media-media di berbagai penjuru dunia untuk datang ke Jalur Gaza, Palestina.
Dia meminta media di dunia untuk melihat secara langsung bagaimana hancurnya Gaza lantaran serangan Israel yang dilancarkan sejak 7 Oktober lalu.
"Kami menyerukan jurnalis dan lembaga media internasional untuk mengintensifkan kehadiran mereka di Jalur Gaza untuk melihat sejauh mana kehancuran dan tanda-tanda genosida yang dilakukan kekuatan pendudukan (Israel) terhadap anak-anak, warga sipil yang tidak berdaya, dan seluruh infrastruktur,” papar Hamas, dilansir dari Antara.
Hamas menyebut penemuan puluhan jenazah warga sipil Palestina. Tubuh para korban itu ditemukan di bawah reruntuhan bangunan yang telah dibombardir Israel di daerah Sabra dan daerah lain di Kota Gaza.
Mereka juga merujuk kerusakan yang sangat parah pada Universitas Islam yang merupakan salah satu lembaga ilmiah terpenting.
"Kehancuran itu menegaskan kengerian yang dialami warga Gaza dalam perang genosida yang tujuannya adalah untuk mendorong mereka ke pengasingan," tegas Hamas.
Sementara itu, Qatar sebagai mediator mengumumkan perjanjian perpanjangan jeda kemanusiaan selama dua hari, mulai Senin (27/11) malam.
Jeda kemanusiaan yang berlansung sejak akhir pekan lalu, digunakan oleh Israel dan Hamas untuk melanjutkan pertukaran tahanan atau sandera. (antara/ria)
Editor : Syahaamah Fikria