Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Omicron Subvarian EG.5 Bikin Lonjakan Kasus Covid di Singapura: Paling Dominan di AS dan Eropa, Ini Gejalanya

Syahaamah Fikria • Rabu, 6 Desember 2023 | 01:45 WIB
Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19

RADARSOLO.COM - Di tengah kekhawatiran atas melonjaknya kasus pneumonia di China, kini Singapura melaporkan peningkatan kasus Covid-19.

Dilansir dari JawaPos.com, Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) menyampaikan, infeksi Covid-19 mengalami kenaikan drastis dalam rentang waktu 19 - 25 November 2023.

Mereka mencatat 22.094 kasus pada periode itu. Atau naik dua kali lipat dibanding pekan sebelumnya.

Lonjakan kasus tersebut salah satunya disebabkan subvarian Omicron EG.5, yang kini juga mulai marak di Eropa.

Sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan EG.5 sebagai "variant of interest" lantaran kasusnya terus meningkat secara global.

Merupakan turunan dari varian Omicron yang sangat dekat dengan varian-varian lain, EG.5 adalah virus Corona "versi mutasi" dengan tingkat penularan yang lebih cepat.

"Kami tidak mendeteksi perubahan tingkat keparahan penyakit akibat EG.5 dibanding subvarian Omicron lain yang beredar sejak akhir 2021," ucap Dr Maria Van Kerkhove dari WHO.

Pada umumnya, gejala Omicron EG.5 tak jauh berbeda dengan varian lainnya. Seperti demam, batuk, dan rasa lelah, disertai pilek, sakit kepala atau nyeri otot.

Saat ini, subvarian EG.5 menjadi paling dominan di Amerika Serikat (AS) dengan porsi 17 persen kasus Covid-19.

Subvarian EG.5 juga menyumbang sebagian besar kasus Covid-19 di negara-negara Eropa. Di Prancis, EG.5 menyumbang 26 persen kasus per 17 Juli 2022, meningkat dari 15 persen seminggu sebelumnya.

Begitu juga di Inggris, peningkatan subvarian EG.5.1 menjadi yang tertinggi dengan porsi 14 persen kasus.

Baca Juga: Tak Puas Memborbardir, Israel Dilaporkan Bakal Banjiri Terowongan Gaza dengan Air Laut

Meski demikian, sampai saat ini belum ada bukti bahwa EG.5 menyebabkan penyakit lebih parah.

Selain itu, vaksin Covid-19 saat ini tengah dipersiapkan untuk varian omicron XBB yang dekat dengan EG.5. (mg25/jpg/ria)

Berikut gejala subvarian EG.5 yang hampir sama dengan varian sebelumnya:

1. Batuk
2. Pilek
3. Demam
4. Mudah lelah
5. Sakit tenggorokan
6. Diare
7. Terasa mual

Editor : Syahaamah Fikria
#omicron #singapura #who #covid