Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

McDonald's Akui Aksi Boikot Global Berdampak pada Penurunan Penjualan, Salah Satu yang Terasa di Indonesia

Syahaamah Fikria • Kamis, 8 Februari 2024 | 05:09 WIB
Aksi boikot McDonald
Aksi boikot McDonald

RADARSOLO.COM - Aksi boikot yang ramai-ramai dilakukan sejumlah masyarakat dunia, diakui McDonald's, memberi dampak buruk pada bisnis mereka.

Seruan boikot terhadap McDonald's disuarakan masyarakat global, menyusul serangan Israel ke Gaza, Palestina yang berlangsung sejak Oktober 2023 lalu.

Tak hanya McDonald's, sejumlah produk yang diketahui diproduksi oleh perusahaan yang mendukung atau berafiliasi dengan Israel, juga ramai-ramai diboikot.

 Baca Juga: Fakta-fakta Pembunuhan Keji Satu Keluarga oleh Siswa SMK di PPU Kaltim, Pelaku Sempat Setubuhi 2 Jasad Korban

Dalam laporan kuartal keempat dan setahun penuh 2023 yang dirilis pada Selasa (6/2), McDonald’s mengatakan, penjualan mereka hanya meningkat 0,7 persen.

Angka peningkatan yang sangat tipit itu, khususnya terjadi di sebagian besar negara Timur Tengah serta Asia. Terutama Indonesia dan Malaysia.

Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penjualan perusahaan secara keseluruhan. Yaitu sebesar 3,4 persen, dilansir dari JawaPos.com.

Sementara itu, pertumbuhan bisnis McDonald’s di Amerika Serikat dan negara lainnya terpantau masih mencapai lebih dari 4 persen.

McDonald's menyebut, pertumbuhan penjualan yang sangat tipis di sejumlah negara tersebut mencerminkan dampak serangan Israel terhadap warga Palestina di Timur Tengah.

Terutama adanya aksi boikot secara global, merespons serangan membabi buta militer Israel yang telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina.

CEO McDonald’s, Chris Kempczinski menyebut, perusahaan melihat dampak paling nyata di Timur Tengah, bersama dengan negara-negara muslim lain. Termasuk Malaysia dan Indonesia.

“Kami tidak mengharapkan adanya perbaikan signifikan dalam hal ini. Apa yang terjadi ini adalah sebuah tragedi kemanusiaan, dan menurut saya hal ini membebani merek-merek seperti kami,” papar Chris.

Diketahui, McDonald’s masuk dalam daftar boikot utama dalam gerakan boycott, divestment, sanctions (BDS).

Perusahaan makanan cepat saji itu mendapat sorotan setelah McDonald's Israel bagikan ribuan makanan gratis kepada pasukan militer dan warga Israel.

Hal itu langsung direspons masyarakat dunia dengan menyuarakan boikot terhadap McDonald's secara global. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#boikot #mcdonald #serangan #Israel #gaza #palestina