RADARSOLO.COM - "Rasanya seperti momen antara hidup dan mati." Itulah kalimat penuh nada ketakutan yang diucapkan salah seorang penumpang Boeing 737 MAX 8 milik maskapai Korean Air.
Betapa tidak, sebanyak 125 penumpang dan para kru Boeing 737 MAX 8 itu harus mengalami kejadian mengerikan saat pesawat itu terjun bebas puluhan ribu kaki dalam 15 menit. Sebelum akhirnya mendarat dengan selamat.
Peristiwa mencekam itu bermula saat pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Korean Air itu berangkat dari Bandara Internasional Incheon pada Sabtu (22/6) pukul 16.45 waktu setempat.
Pesawat dengan nomor penerbangan KE189 itu sedianya terbang dengan tujuan Kota Taichung, Taiwan.
Namun, belum sampai 1 jam setelah lepas landas, muncul peringatan adanya gangguan pada sistem tekanan udara pesawat Boeing 737 MAX 8, dilansir media Korea JoongAng Daily.
Sistem tekanan pesawat itu mengatur tingkat tekanan di dalam pesawat.
Data situs pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan, pesawat yang membawa 125 penumpang itu sempat turun sekitar 26.900 kaki selama 15 menit.
Peristiwa mencekam itu menyebabkan kepanikan para penumpang.
Masker oksigen terbuka. Beberapa penumpang mengalami ketidaknyamanan parah.
"Rasanya seperti momen antara hidup dan mati," kata salah satu penumpang, dilansir dari Dimsum Daily Hong Kong,
Setelah ketegangan itu, pesawat akhirnya berhasil kembali ke Bandara Internasional Incheon sekitar pukul 19.40 waktu setempat.
Atau sekitar tiga jam setelah lepas landas.
"Senang rasanya masih bisa hidup," ucap penumpang.
Usai mendarat, dilaporkan 15 penumpang mengalami sejumlah gejala, seperti mimisan dan sakit telinga.
Di antaranya 13 orang harus dirawat di rumah sakit untuk observasi lebih lanjut.
Sementara itu, Juru bicara Korean Air mengatakan, pihak maskapai masih melakukan penyelidikan atas penyebab insiden turbulensi tersebut.
Adapun penerbangan ke Taichung, Taiwan dilanjutkan pada Minggu (23/6) pagi dengan pesawat berbeda.
Sejumlah penumpang yang akhirnya mendarat mengaku merasa takut dan trauma atas kejadian mencekam turbulensi pesawat.
Mereka bahkan mengatakan tidak akan bepergian dengan pesawat untuk sementara waktu.
"Anak-anak di dalam pesawat menangis ketika masker oksigen dilepaskan. Dia takut pesawat akan jatuh ke tanah," beber salah satu penumpang. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria