RADARSOLO.COM – Viral video yang menampilkan sesosok pria berlumuran darah berjalan menjauh dari puing-puing pesawat Air India yang jatuh di Ahmedabad, India pada Kamis (12/6/2025).
Pria tersebut adalah Vishwar Kumar Ramesh, satu-satunya individu yang berhasil selamat dari insiden mengerikan yang menewaskan 241 penumpang dan awak pesawat.
Kisahnya sontak menjadi perbincangan, memicu pertanyaan tentang faktor keberuntungan dan keajaiban di tengah musibah.
Kecelakaan pesawat Boeing 787 Dreamliner milik Air India dengan tujuan London, Inggris, ini terjadi hanya puluhan detik setelah lepas landas dari Bandara Ahmedabad.
"Tiga puluh detik setelah lepas landas, terdengar suara keras dan kemudian pesawat jatuh. Semua itu terjadi begitu cepat," tutur Ramesh.
Kondisi Ramesh yang merupakan warga negara Inggris keturunan India ini dinilai tidak terlalu kritis oleh dr Rajnish Patel, kepala bedah di Rumah Sakit Sipil Ahmedabad, yang memperkirakan Ramesh dapat dipulangkan dalam beberapa hari ke depan.
Bagaimana Bisa Selamat?
Banyak yang menyebut keselamatan Ramesh sebagai sebuah keajaiban, mengingat pesawat tersebut hancur dan dilalap api.
Ternyata, Ramesh duduk di kursi 11A, yang berdekatan dengan pintu darurat pesawat, tepat di belakang area kelas bisnis.
Fakta ini menarik perhatian para ahli keselamatan penerbangan, karena secara umum, data Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan bahwa sepertiga belakang pesawat seringkali memiliki tingkat kematian terendah dalam kecelakaan.
Namun, beberapa studi juga memberikan perspektif lain.
Sebuah penelitian dari University of Greenwich pada tahun 2008 menemukan bahwa berada dalam jarak lima baris dari pintu darurat dapat meningkatkan peluang bertahan hidup karena memungkinkan evakuasi yang lebih cepat.
"Semuanya tergantung pada dinamika kecelakaan. Maka, posisi duduk sangat penting agar dapat bertahan hidup secara struktural," jelas Daniel Kwasi Adjekum, peneliti keselamatan penerbangan di University of North Dakota.
Misteri di Balik Keajaiban
Meskipun data FAA menunjukkan area belakang pesawat lebih aman, Cheng-Lung Wu, Profesor di University of New South Wales, berpendapat bahwa kursi yang dekat dengan sayap pesawat mungkin memiliki perlindungan struktural yang lebih baik.
Sementara itu, analis penerbangan Guy Leitch menduga bahwa dalam kasus ini, kursi 11A tempat Ramesh duduk mungkin terlempar menjauh dari reruntuhan saat pesawat hancur.
Sehingga membuatnya selamat dari bola api ledakan.
Kasus Vishwar Kumar Ramesh menjadi pengingat bahwa meskipun ada data dan penelitian mengenai keselamatan kursi pesawat, setiap kecelakaan memiliki dinamika uniknya sendiri.
Keberadaan Ramesh di kursi 11A, ditambah dengan faktor-faktor yang belum sepenuhnya terungkap, menjadikannya satu-satunya saksi hidup dari tragedi mematikan Air India ini. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria