Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Imbas Serangan Amerika Serikat, Iran Berencana Tutup Selat Hormuz, Ini 3 Dampak Mengerikan bagi Dunia

Nur Pramudito • Senin, 23 Juni 2025 | 17:03 WIB

Iran ancam tutup Selat Hormuz usai diserang Amerika Serikat, picu potensi krisis energi global dan lonjakan harga minyak hingga inflasi
Iran ancam tutup Selat Hormuz usai diserang Amerika Serikat, picu potensi krisis energi global dan lonjakan harga minyak hingga inflasi

RADARSOLO.COM - Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah Amerika Serikat (AS) menyerang tiga fasilitas nuklir Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan, pada Minggu (22/6/2025).

Serangan Amerika Serikat dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap sekutunya, Israel.

Salah satu skenario terburuk yang dikhawatirkan dunia adalah kemungkinan Iran menutup Selat Hormuz—jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Hal ini pernah disampaikan oleh Komandan Garda Revolusi Iran, Sardar Esmail Kowsari, yang menyatakan bahwa opsi penutupan Selat Hormuz sedang dipertimbangkan secara serius.

Baca Juga: Iran Balas Serangan Amerika Serikat, Parlemen Setujui Rencana Penutupan Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, dan menjadi titik kunci dalam perdagangan energi global.

Berikut ini beberapa dampak besar yang diperkirakan akan terjadi jika Iran benar-benar menutup Selat Hormuz:

1. Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis

Dilansir dari Middle East Forum, setiap gangguan di Selat Hormuz berisiko memicu lonjakan tajam harga minyak.

Hampir seperlima pengiriman minyak dunia melewati jalur ini setiap tahunnya.

Baca Juga: Perang Pecah! Israel luncurkan serangan udara ke Iran, Suara Ledakan Mengguncang Teheran

Jika jalur ini ditutup, harga minyak bisa menembus 100 dolar AS per barel atau lebih, memperburuk inflasi dan memperdalam ketidakstabilan ekonomi global.

Risiko logistik juga akan meningkat karena biaya pengiriman dan asuransi akan melonjak tajam.

2. Negara-Negara Teluk Akan Terdorong Bertindak

Negara-negara Teluk yang selama ini berselisih dengan Iran, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, kemungkinan besar akan terdorong untuk mengambil langkah militer atau diplomatik.

Hal ini karena perekonomian mereka sangat bergantung pada ekspor minyak dan gas yang jalurnya bergantung pada Selat Hormuz.

3. Krisis Energi dan Inflasi Global

Mengutip Arab News, penutupan Selat Hormuz akan mengganggu suplai energi dunia secara signifikan, memicu lonjakan harga minyak dan gas alam, serta menyebabkan inflasi meroket di berbagai negara.

Baca Juga: Siapa dan Apa Peran Baoxia Liu di Konflik Iran-Israel? FBI Hingga Berani Bayar Kepalanya Rp245 Miliar

Mulai dari Amerika Serikat hingga Jepang, dunia akan merasakan dampak kenaikan harga barang dan energi.

Meski negara-negara Dewan Kerjasama Teluk telah melakukan diversifikasi dan membangun infrastruktur alternatif, perlindungan yang tersedia masih terbatas.

Jika sabotase terhadap instalasi minyak terjadi atau perang berkepanjangan meletus, krisis energi ini bisa berlangsung lama dan merambat ke sektor-sektor lain di seluruh dunia.(np)

Editor : Nur Pramudito
#selat hormuz #amerika serikat #nuklir #iran #Israel #dampak #timur tengah