Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Apa dan Di Mana Selat Hormuz? Jalur Laut Sempit Ini Bisa Gegerkan Ekonomi Dunia Jika Ditutup Iran!

Syahaamah Fikria • Selasa, 24 Juni 2025 | 03:04 WIB
Peta Selat Hormuz.
Peta Selat Hormuz.

RADARSOLO.COM – Isu penutupan Selat Hormuz ramai dibicarakan, seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS).

Jalur laut sempit ini bukan sekadar garis di peta, melainkan urat nadi perdagangan energi dunia yang bisa memicu krisis global jika ditutup atau terganggu.

Meski sering disebut, tak semua orang memahami sepenuhnya mengapa Selat Hormuz begitu krusial.

Lanyas, di mana sebenarnya letaknya, dan mengapa jalur air ini dianggap vital bagi stabilitas pasokan energi dan ekonomi dunia?

Letak Strategis dan Karakteristik Geografis Selat Hormuz

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, Selat Hormuz adalah jalur laut sempit yang secara geografis sangat krusial.

Ia menjadi gerbang penghubung antara Teluk Persia di sebelah barat dan Teluk Oman, yang kemudian terhubung langsung dengan Laut Arab di sebelah timur.

Secara lokasi, selat ini membentang di antara pantai selatan Iran di satu sisi, dan pesisir utara Uni Emirat Arab (UEA) serta Oman di sisi lainnya.

Dengan lebar yang bervariasi antara 35 hingga 60 mil (sekitar 55 hingga 95 km), Selat Hormuz dihiasi oleh beberapa pulau strategis seperti Qeshm (Qishm), Hormuz, dan Hengām (Henjām).

Kondisi geografis ini menjadikannya sebagai choke point atau titik kritis yang tak tergantikan.

Selat Hormuz adalah satu-satunya jalur keluar masuk bagi kapal tanker yang berasal dari Teluk Persia—wilayah yang menjadi 'rumah' bagi sebagian besar negara penghasil minyak terbesar di dunia.

 

Fungsi Vital Selat Hormuz

Peran Selat Hormuz dalam perekonomian global sungguh tak terbantahkan.

Menurut data dari US Energy Information Administration, lebih dari 20% pasokan minyak dunia, atau sekitar 17 juta barel per hari, melintasi jalur sempit ini setiap tahunnya.

Kapal-kapal tanker raksasa dari produsen minyak utama seperti Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait, dan UEA mengandalkan selat ini untuk mengirimkan minyak mereka ke pasar-pasar energi di Asia, Eropa, dan Amerika.

Selain minyak mentah, Selat Hormuz juga merupakan jalur utama bagi ekspor gas alam cair (LNG) dalam skala besar.

Dengan demikian, gangguan sekecil apapun di jalur ini memiliki potensi besar untuk memicu lonjakan harga energi secara global dan menyebabkan instabilitas ekonomi di banyak negara importir energi.

Ancaman Penutupan dan Risiko Krisis Global

Ancaman penutupan Selat Hormuz bukanlah hal baru.

Iran, yang berada di salah satu sisi selat, telah lama menggunakan potensi penutupan jalur ini sebagai alat tawar politik.

Ancaman ini seringkali muncul saat Iran menghadapi tekanan dari negara-negara Barat, terutama terkait sanksi ekonomi atau isu program nuklirnya.

Baru-baru ini, dilansir USA Today, Parlemen Iran bahkan dikabarkan tengah mempertimbangkan rancangan undang-undang untuk menutup akses ke Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang berasal dari negara-negara pendukung Israel.

Langkah ini diambil di tengah memanasnya konflik Iran-Israel dan aksi balasan militer AS di kawasan tersebut.

Meskipun Iran sering mengancam, seperti dilansir Al Jazeera, negara tersebut belum pernah benar-benar menutup Selat Hormuz secara permanen.

Hal ini karena penutupan total jalur ini berisiko memicu reaksi global yang sangat parah.

Gangguan pada arus perdagangan energi dunia dari Selat Hormuz dapat mengguncang pasar energi internasional.

Tak hanya menyebabkan lonjakan drastis harga minyak.

Jika benar Selat Kormuz ditutup, kondisi ini bisa memicu ketegangan yang lebih buruk di kawasan Timur Tengah. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#selat hormuz #amerika serikat #konflik #iran #Israel #harga minyak #ekonomi dunia