RADARSOLO.COM – Ketegangan geopolitik global kian memanas. Menyusul ancaman perang nuklir yang dilontarkan Rusia, ditambah konflik baru di Timur Tengah dengan keterlibatan Amerika Serikat (AS) dan genosida di Gaza.
Kondisi ini membuat banyak orang bertanya-tanya, di mana tempat paling aman di Bumi jika skenario terburuk, Perang Dunia 3 pecah?
Menurut para ahli, termasuk Profesor Brian Toon dari bidang iklim dan sains atmosfer, ada beberapa titik di planet ini yang dinilai memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dari bencana nuklir.
Mereka yang selamat dari ledakan awal masih harus menghadapi "musim dingin nuklir" yang akan memusnahkan sebagian besar pertanian.
Lantas, negara mana saja yang dianggap sebagai benteng terakhir umat manusia jika kiamat nuklir tiba?
Bukan Mimpi Buruk Semata
Profesor Brian Toon memprediksi bahwa pasca-perang nuklir, sebagian besar dunia, terutama di daerah lintang tengah, akan tertutup lapisan es.
Wilayah subur seperti Iowa dan Ukraina bisa terselimuti salju selama satu dekade penuh, menyebabkan gagal panen massal dan kelaparan.
Dalam kondisi ekstrem seperti itu, hanya beberapa negara yang diyakini mampu mempertahankan ketahanan pangan mereka.
Berikut adalah daftar 10 negara yang disebut para ahli sebagai lokasi teraman untuk berlindung jika skenario Perang Dunia 3 benar-benar terjadi.
Hal ini berdasarkan posisi geografis, netralitas politik, dan kemampuan ketahanan pangan
1. Antartika
Benua terpencil yang dingin ini merupakan salah satu lokasi paling aman. Mengingat posisinya yang terpencil di ujung selatan Bumi, Antartika kecil kemungkinannya memiliki kepentingan strategis bagi kekuatan manapun.
Dengan daratan seluas 8,6 juta km persegi yang belum tersentuh, tersedia banyak ruang bagi ribuan orang untuk mencari perlindungan.
2. Islandia
Terletak di utara, Islandia adalah tempat berlindung potensial lainnya. Negara ini dikenal sebagai salah satu yang paling damai di dunia dan tidak pernah terlibat dalam perang atau invasi.
Meskipun pulau ini mungkin terhindar dari dampak langsung perang nuklir di Eropa, efek tidak langsung dari serangan nuklir yang meluas bisa mencapai pantainya dalam skala kecil.
3. Selandia Baru
Indeks Perdamaian Global menempatkan Selandia Baru di peringkat kedua dunia.
Negara ini mempertahankan kenetralan dalam sebagian besar konflik.
Bentang alam pegunungannya yang terjal juga menawarkan perlindungan alami terhadap potensi invasi, dan kemampuannya mempertahankan pertanian menjadi kunci kelangsungan hidup.
4. Swiss
Identik dengan perdamaian, Swiss adalah salah satu negara yang paling mungkin bertahan dari perang nuklir.
Negara ini telah mempertahankan kenetralannya sejak Perang Dunia 2.
Medannya menyediakan pertahanan alami, dan Swiss juga memiliki banyak tempat perlindungan dari dampak nuklir.
5. Greenland
Sebagai pulau terbesar di dunia dan bagian dari Denmark, Greenland dianggap tidak mungkin menjadi target nyata bagi negara adikuasa mana pun.
Lokasinya yang terpencil, netralitas politik, dan populasinya yang kecil (hanya 56.000 jiwa) menjadikannya relatif aman.
6. Indonesia
Indonesia masuk dalam daftar ini berkat pandangan kebijakan luar negerinya yang netral.
Sejak merdeka, Indonesia telah menyatakan tidak akan pernah memihak dalam konflik.
Presiden pertama Ir Soekarno, dengan tegas menyatakan kebijakan luar negeri Indonesia adalah 'bebas dan aktif,' yang berarti Indonesia bertindak independen dalam urusan internasional, mengutamakan perdamaian dunia di atas segalanya.
7. Tuvalu
Pulau kecil ini, yang terletak di tengah Samudra Pasifik antara Hawaii dan Australia, hanya berpenduduk sekitar 11.000 jiwa.
Infrastrukturnya yang sederhana dan sumber daya alam yang terbatas menjadikannya target yang tidak menarik bagi penyerang potensial.
8. Argentina
Meskipun memiliki sejarah konflik, Argentina kemungkinan besar akan selamat dari bencana kelaparan pasca-konflik nuklir.
Negara di Amerika Selatan ini dikenal memiliki hasil panen yang melimpah, menjamin cadangan pangan yang cukup besar bahkan jika terjadi "musim dingin nuklir" yang menghalangi cahaya Matahari.
9. Bhutan
Negara di Asia Selatan ini menyatakan dirinya netral dalam setiap potensi konflik sejak bergabung dengan PBB pada 1971.
Posisinya yang terkurung daratan dan daerah pegunungannya yang terjal memberikan keuntungan pertahanan alami.
10. Chile
Terletak di Amerika Selatan, Chile memiliki infrastruktur paling maju di kawasannya.
Negara ini kaya akan berbagai tanaman dan sumber daya alam yang dapat membantu kelangsungan hidup populasi jika terjadi bencana global. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria