RADARSOLO.COM – Empat tahun sejak virus corona pertama kali mengguncang dunia, misteri tentang dari mana sebenarnya asal-usul Covid-19 masih belum terjawab.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa seluruh kemungkinan penyebab kemunculan virus, termasuk dugaan kebocoran laboratorium di Wuhan, masih harus dipertimbangkan secara ilmiah.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers Jumat (27/6/2025).
Ia mengatakan, hingga kini belum ada teori tunggal yang bisa dipastikan sebagai sumber awal wabah global tersebut.
“Seluruh hipotesis tetap terbuka. Baik kemungkinan penularan dari hewan maupun insiden laboratorium,” kata Tedros seperti dikutip dari CNA.
Bukti Masih Terbatas
Tim penasihat ilmiah WHO melalui Scientific Advisory Group for the Origins of Novel Pathogens (SAGO) mengungkapkan bahwa dugaan transmisi dari hewan ke manusia sejauh ini masih menjadi teori paling kuat.
Hal itu berdasarkan bukti yang ada.
Namun, mereka juga menekankan jika belum cukup data untuk mengesampingkan kemungkinan lain.
Ketua SAGO, Marietjie Venter menyebut, penyelidikan terhambat oleh minimnya informasi tambahan, termasuk dari pihak otoritas China.
“Selama tidak ada data baru atau akses informasi yang lebih luas, asal mula SARS-CoV-2 tetap menjadi tanda tanya besar,” jelasnya.
Salah satu kendala terbesar adalah ketidakterbukaan data dari China.
WHO menyebut, negara tersebut belum menyerahkan informasi penting, termasuk urutan genetik pasien pertama, catatan detail hewan yang dijual di pasar Wuhan hingga prosedur keamanan di laboratorium lokal.
WHO Minta Dukungan Intelijen Global
WHO juga telah meminta berbagai negara—termasuk Jerman dan Amerika Serikat—untuk membuka laporan intelijen mereka terkait awal penyebaran virus.
Namun, hingga kini permintaan tersebut belum membuahkan hasil konkret.
Teori kebocoran dari laboratorium sempat ramai diperbincangkan, terutama saat masa pemerintahan Presiden Donald Trump di AS.
Namun belum ada bukti kuat yang bisa menguatkan dugaan itu secara ilmiah.
Tedros menegaskan bahwa mengungkap asal-usul pandemi ini bukan sekadar perkara ilmiah.
Melainkan juga kewajiban moral untuk menghormati jutaan korban jiwa yang telah meninggal akibat virus ini.
“Virus ini belum sepenuhnya hilang. Ia terus bermutasi, menyebabkan kematian, dan memicu kondisi berkepanjangan seperti long Covid,” ucapnya. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria